Untuk mencegah gangguan distribusi meluas, Pertamina sejak 3 September 2026 melakukan pengalihan dan estafet suplai melalui Integrated Terminal (IT) Surabaya dan Terminal BBM Malang.
Pengiriman tetap mengoptimalkan armada mobil tangki dari Tanjung Wangi. Skema tersebut diterapkan sebagai alternatif ketika jalur distribusi utama mengalami hambatan akibat kepadatan lalu lintas.
“Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan BBM di Situbondo tetap terpenuhi meskipun jalur distribusi utama mengalami hambatan,” ujar Ahad.
Upaya penguatan pasokan tersebut membuat volume BBM yang diterima Situbondo tetap berada di atas kebutuhan rata-rata harian.
Data Pertamina menunjukkan kebutuhan BBM harian di Kabupaten Situbondo berada di kisaran 359 kiloliter (KL). Sementara itu, rata-rata suplai yang diterima selama 1–7 September 2026 mencapai 366 KL per hari.
Artinya, pasokan yang masuk berada di sekitar 102 persen dari kebutuhan normal harian.
Tambahan 72 KL Dikirim ke Situbondo
Seiring mulai berkurangnya kepadatan lalu lintas, Pertamina secara bertahap kembali menggunakan pola distribusi melalui Terminal BBM Tanjung Wangi.
Meski demikian, Situbondo tetap mendapatkan prioritas pengiriman. Selain pasokan reguler, Pertamina telah mengirim tambahan 72 KL BBM dari Tanjung Wangi untuk memperkuat stok di SPBU yang membutuhkan.
Ahad menegaskan pengaturan distribusi masih terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan. Pertamina juga meningkatkan kembali pengiriman dari Tanjung Wangi setelah arus lalu lintas mulai menunjukkan perbaikan.
“Pertamina terus melakukan pengaturan distribusi dengan memanfaatkan beberapa jalur suplai agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Seiring kondisi lalu lintas yang mulai membaik, kami juga meningkatkan kembali pengiriman dari Tanjung Wangi dan memprioritaskan SPBU yang membutuhkan penguatan stok,” ujar Ahad.
Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying
Selain mengatur jalur distribusi, Pertamina berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai stakeholder untuk memantau kondisi ketersediaan BBM di Situbondo secara berkala.
Pengaturan pembelian di sejumlah SPBU juga dilakukan sebagai langkah antisipasi agar pasokan yang tersedia dapat terdistribusi secara merata.
Kebijakan tersebut sekaligus ditujukan untuk mencegah panic buying yang berpotensi membuat stok di SPBU cepat terkuras.
Pertamina mengimbau masyarakat tidak perlu panik menghadapi kondisi distribusi tersebut. Masyarakat diminta membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
Masyarakat juga diingatkan untuk tidak mudah mempercayai informasi mengenai kelangkaan BBM yang belum terverifikasi.
Dengan berbagai skema distribusi alternatif dan tambahan pasokan, Pertamina memastikan pemenuhan kebutuhan BBM masyarakat Situbondo terus menjadi prioritas selama proses pemulihan arus distribusi dari Banyuwangi berlangsung.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
