Meski menghadapi berbagai tantangan, ia berusaha menjaga motivasi sampai hari pertandingan. Saat memasuki arena, Nihzam memilih berpegang pada prinsip sederhana: menghormati lawan, menjaga semangat, dan tidak mudah menyerah.
Prinsip tersebut akhirnya membuahkan hasil. Nihzam mampu melewati persaingan dan mengakhiri pertandingan sebagai juara pertama UNAIR Cup tingkat nasional.
Keberhasilan itu disambut dengan rasa syukur. Menurut Nihzam, pencapaian tersebut tidak lepas dari dukungan orang-orang di sekitarnya, terutama pelatih, orang tua, dan teman-temannya.
“Yang paling berperan yaitu pelatih, orang tua, dan support dari teman-teman saya,” katanya.
Dukungan pelatih juga menjadi salah satu pemacu semangat Nihzam. Ia mendapat target untuk meraih posisi pertama sehingga memiliki kesempatan melanjutkan perjalanan kejuaraan wilayah di Banyuwangi tanpa biaya pendaftaran.
Prestasi di UNAIR Cup juga bukan menjadi pengalaman pertama Nihzam di dunia bela diri. Sebelumnya, ia telah mengikuti berbagai kompetisi pencak silat dan berhasil meraih podium pertama, kedua, maupun ketiga.
Pengalamannya mencakup kompetisi tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional. Selain pencak silat, Nihzam juga pernah meraih Juara 2 Tarung Derajat tingkat provinsi.
Di luar kompetisi, Nihzam tergabung dalam Pagar Nusa, organisasi pencak silat yang berada di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Nihzam dalam mengembangkan kemampuan bela dirinya.
Namun, gelar juara UNAIR Cup tidak membuat Nihzam berhenti mengejar prestasi. Ia sudah menyiapkan target berikutnya melalui ajang Kejuaraan Cabang (Kejurcab) IPSI secara berjenjang.
Jika mampu menjadi juara pertama di tingkat cabang, ia berambisi melanjutkan perjuangan ke Kejuaraan Provinsi (Kejurprov).
“Target saya untuk ke depannya yaitu Kejurcab IPSI yang berjenjang. Jika juara 1, lanjut ke Kejurprov,” tutup Nihzam.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
