SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Nilai aset Pegadaian yang mencapai sekitar Rp180 triliun membuat aspek keamanan menjadi perhatian penting perusahaan. Terlebih, Pegadaian juga mengelola barang jaminan dengan outstanding sekitar Rp149 triliun dari jutaan nasabah di berbagai daerah.
Untuk memperkuat sistem keamanan tersebut, Pegadaian menggandeng Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang bantuan pengamanan serta pemanfaatan produk dan layanan Pegadaian.
Penandatanganan kerja sama berlangsung pada 16–17 September 2026. Sinergi tersebut diarahkan untuk memperkuat koordinasi pengamanan sekaligus mendukung kelancaran aktivitas operasional Pegadaian, khususnya di wilayah Jawa Timur.
Kerja sama Pegadaian dan Polri tidak hanya berkaitan dengan pengamanan ketika terjadi gangguan. Dukungan kepolisian mencakup sejumlah langkah mulai dari deteksi dini, upaya preemtif dan preventif, patroli, pengawalan, penjagaan hingga pembinaan sistem manajemen pengamanan.
Pegadaian menggandeng Polri memperkuat pengamanan aset dan barang jaminan di Jawa Timur. Nilai aset Pegadaian kini mencapai Rp180 triliun. Foto iNewsSurabaya.id/arif
SEVP General Affair PT Pegadaian, Zulfan Adam, mengatakan keamanan merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang nyaman sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan.
“Intinya kita ingin agar di Pegadaian tercipta suasana yang aman dan nyaman. Kita juga menjaga kepercayaan masyarakat karena ini sangat penting. Saat ini aset kita sudah sebesar Rp180 triliun dengan jumlah nasabah sampai jutaan, sementara barang jaminan memiliki outstanding sekitar Rp149 triliun,” ujar Zulfan.
Besarnya nilai aset dan barang jaminan yang dikelola Pegadaian, kata dia, membuat kebutuhan terhadap sistem pengamanan yang terkoordinasi semakin penting. Pengamanan tidak hanya menyangkut aset perusahaan, tetapi juga memberikan rasa aman kepada karyawan dan masyarakat yang melakukan transaksi.
“Karena ada barang dan juga ada nasabah, kita membutuhkan pengamanan. Dengan kerja sama ini diharapkan di PT Pegadaian tercipta suasana yang betul-betul aman dan nyaman dalam bekerja,” katanya.
Zulfan menjelaskan, melalui sinergi tersebut Baharkam Polri diharapkan dapat mendukung kegiatan preventif berupa pengawalan dan monitoring terhadap aktivitas bisnis Pegadaian.
“Dari Baharkam Polri diharapkan bisa melakukan kegiatan preventif berupa pengawalan dan monitoring terhadap aktivitas bisnis yang ada di Pegadaian, sehingga karyawan maupun nasabah merasa aman,” lanjutnya.
Kerja sama Pegadaian dengan Polri tersebut berlaku selama lima tahun. Selama periode itu, koordinasi pengamanan akan dilakukan secara berkelanjutan dengan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah.
Kabagkerma Robinobsnal Baharkam Polri, Kombespol Arsdo Ever P. Simatupang, S.I.K., S.H., mengatakan bantuan pengamanan akan dilakukan berdasarkan potensi gangguan dan kebutuhan di lapangan.
Menurut Arsdo, kepolisian tidak hanya bergerak setelah muncul persoalan keamanan. Upaya pencegahan dan deteksi dini juga menjadi bagian penting dari pola pengamanan.
“Dari kepolisian dalam memberikan bantuan pengamanan, kita melaksanakan semua bantuan pengamanan. Mulai dari preemtif, kita berusaha mendeteksi setiap potensi gangguan keamanan. Kita juga melaksanakan kegiatan preventif seperti patroli dan pengaturan,” kata Arsdo.
Ia menambahkan, bentuk pengamanan tidak akan disamaratakan untuk seluruh lokasi. Setiap kegiatan akan melihat situasi serta kebutuhan di lapangan.
“Bentuk preventif yang dilakukan kita lihat sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Kalau memang perlu kegiatan pengawalan, penjagaan atau patroli, kita sesuaikan dengan situasi di lapangan,” ujarnya.
Selain pengamanan langsung, kerja sama tersebut juga menyentuh peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang berkaitan dengan keamanan.
Polri akan memberikan dukungan dalam pembinaan petugas keamanan maupun satuan pengamanan yang berada di lingkungan kerja Pegadaian. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem manajemen pengamanan perusahaan.
“Ini juga meningkatkan sumber daya manusia yang terkait untuk mendukung pengamanan, baik terhadap petugas keamanan atau satuan pengamanan yang berada di lingkungan kerja PT Pegadaian,” jelas Arsdo.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya, Ahmad Zaenudin, mengatakan Polri merupakan salah satu mitra strategis perusahaan dalam menjaga keamanan dan keberlangsungan operasional.
Menurut Ahmad, aktivitas Pegadaian berhubungan langsung dengan transaksi keuangan masyarakat serta pengelolaan barang jaminan yang memiliki nilai ekonomi. Kondisi tersebut menjadikan keamanan sebagai bagian penting dari pelayanan kepada nasabah.
“Bagi Pegadaian, Polri merupakan mitra strategis dalam menjaga keberlangsungan dan keamanan operasional perusahaan. Masyarakat mempercayakan kepada kami transaksi keuangan sekaligus barang jaminan bernilai tinggi. Karena itu, menjaga keamanan operasional Pegadaian merupakan bagian dari menjaga kepercayaan masyarakat,” ujar Ahmad.
Selain mengatur bantuan pengamanan, PKS tersebut juga mencakup pemanfaatan produk dan layanan Pegadaian bagi keluarga besar Polri sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
Ahmad berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan PKS. Ia meminta jajaran Pegadaian di Jawa Timur segera menerjemahkan kesepakatan tersebut dalam koordinasi nyata bersama kepolisian di masing-masing wilayah.
“Kami mengajak seluruh jajaran Pegadaian di Jawa Timur untuk menindaklanjuti kerja sama ini secara aktif bersama jajaran Kepolisian di wilayah masing-masing. Sebuah kerja sama akan kuat karena manfaat nyata yang dirasakan di lapangan,” katanya.
Sinergi Pegadaian dan Polri ini diharapkan memperkuat komunikasi serta koordinasi pengamanan di seluruh lingkungan operasional Pegadaian di Jawa Timur.
Dengan pola pengamanan yang disesuaikan kondisi lapangan, kerja sama tersebut diarahkan untuk membantu menjaga aset perusahaan dan barang jaminan, sekaligus menciptakan rasa aman bagi karyawan serta nasabah dalam menjalankan aktivitas di lingkungan Pegadaian.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
