SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Tren penurunan harga emas tidak hanya memengaruhi minat investasi masyarakat, tetapi juga berdampak pada meningkatnya jumlah perhiasan yang masuk ke proses lelang di Pegadaian. Kondisi tersebut dimanfaatkan perusahaan untuk menghadirkan kesempatan bagi masyarakat memperoleh emas dengan harga lebih rendah dibandingkan membeli perhiasan baru di toko emas.
Pemimpin Wilayah (Pinwil) PT Pegadaian Kantor Wilayah XII Surabaya Ahmad Zaenudin menegaskan bahwa lelang emas bukanlah program baru, melainkan mekanisme rutin yang telah lama diterapkan terhadap barang jaminan milik nasabah yang tidak ditebus maupun tidak diperpanjang masa gadainya.
"Sebetulnya lelang di Pegadaian itu sudah biasa dilakukan sejak dulu. Ketika barang gadai tidak ditebus atau tidak diperpanjang oleh nasabah, maka sesuai ketentuan barang tersebut akan masuk proses lelang," ujar Ahmad Zaenudin.
Menurutnya, belakangan jumlah barang yang dilelang meningkat karena sebagian nasabah memilih tidak memperpanjang pinjaman di tengah fluktuasi harga emas. Seluruh barang yang masuk lelang kemudian ditawarkan kembali kepada masyarakat melalui mekanisme resmi dan transparan.
Ahmad menjelaskan, salah satu daya tarik utama lelang Pegadaian adalah harga jual yang lebih kompetitif dibandingkan perhiasan baru. Sebab, pembeli tidak lagi dibebani berbagai komponen biaya tambahan yang biasanya melekat pada pembelian emas di toko.
"Kalau membeli perhiasan baru biasanya ada ongkos pembuatan, biaya desain, dan komponen lain yang ikut memengaruhi harga. Di lelang Pegadaian biaya-biaya seperti itu tidak ada, sehingga masyarakat bisa mendapatkan harga yang lebih hemat," katanya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
