MERAUKE, iNewsSurabaya.id – Aktivitas logistik melalui Pelabuhan Merauke menunjukkan pergerakan positif sepanjang 2026. Hingga Agustus, arus peti kemas di Terminal Peti Kemas (TPK) Merauke tercatat mencapai 37.237 TEUs, naik 10,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka 33.653 TEUs.
Kenaikan tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya aktivitas distribusi barang melalui jalur laut di Merauke. Pertumbuhan arus peti kemas juga mendorong pengelola terminal untuk memastikan kesiapan operasional tetap sejalan dengan perkembangan aktivitas kepelabuhanan.
Terminal Head TPK Merauke, Muhammad Rasul Irmadani, mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan aktivitas logistik melalui terminal terus bergerak positif.
“Pertumbuhan arus peti kemas menunjukkan aktivitas logistik melalui TPK Merauke terus bergerak positif. Kondisi ini perlu kami imbangi dengan kesiapan layanan serta koordinasi yang semakin baik dengan seluruh stakeholder di lingkungan pelabuhan,” ujar Rasul.
Menurut Rasul, kelancaran aktivitas di pelabuhan tidak hanya bergantung pada operator terminal. Berbagai pihak memiliki peran yang saling berkaitan, mulai dari regulator, aparat keamanan, pengguna jasa hingga pemangku kepentingan lainnya.
Karena itu, komunikasi lintasinstansi menjadi bagian penting untuk menjaga agar aktivitas bongkar muat dan pelayanan terminal dapat berlangsung aman serta lancar.
“Bagi kami, pertumbuhan arus harus diikuti dengan upaya menjaga kualitas pelayanan. Kami terus melakukan evaluasi terhadap kebutuhan operasional serta membangun koordinasi dengan stakeholder agar aktivitas terminal dapat berjalan aman dan lancar,” tambahnya.
Seiring meningkatnya aktivitas peti kemas, TPK Merauke juga memperkuat komunikasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan kepelabuhanan.
Salah satu bentuknya dilakukan melalui kegiatan olahraga bersama yang melibatkan pekerja TPK Merauke, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Merauke, serta Polsek KP3 Pelabuhan Laut Merauke.
Kegiatan yang digelar di Terminal Penumpang Merauke tersebut tidak hanya ditujukan untuk menjaga kebugaran pekerja. Pertemuan informal itu juga menjadi ruang bagi berbagai instansi untuk membangun komunikasi di luar agenda koordinasi formal.
Rasul mengatakan hubungan yang baik antarinstansi dibutuhkan untuk menghadapi dinamika aktivitas di lingkungan pelabuhan.
“Kegiatan bersama seperti ini menjadi ruang untuk membangun komunikasi dalam suasana yang lebih informal. Hubungan yang semakin solid diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam mendukung kelancaran, keamanan, dan kualitas pelayanan di Pelabuhan Merauke,” katanya.
Kepala KSOP Kelas IV Merauke, Capt. Julivan Ch. L. Salindeho, turut menyambut kegiatan tersebut. Menurut dia, interaksi antarinstansi dapat membantu membangun hubungan kerja yang semakin baik di lingkungan pelabuhan.
“Selain memberikan manfaat bagi kesehatan dan kebugaran, kegiatan seperti ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan dan membangun komunikasi yang semakin baik antarinstansi di lingkungan Pelabuhan Merauke,” ujar Julivan.
Pertumbuhan Arus Diikuti Kesiapan Layanan
Pertumbuhan hingga 37.237 TEUs membuat kesiapan pelayanan menjadi perhatian dalam pengelolaan TPK Merauke. Operator terminal bersama regulator dan pihak terkait terus melakukan koordinasi untuk memastikan kegiatan kepelabuhanan berjalan sesuai kebutuhan operasional.
PT Pelindo Terminal Petikemas melalui TPK Merauke menempatkan kolaborasi lintasinstansi sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan pelayanan terminal.
Koordinasi dengan regulator, aparat keamanan, pengguna jasa dan pemangku kepentingan lainnya akan terus diperkuat seiring meningkatnya aktivitas peti kemas.
Ke depan, TPK Merauke menargetkan kesiapan operasional tetap terjaga sehingga pertumbuhan arus peti kemas dapat berjalan beriringan dengan kualitas pelayanan, keamanan dan efisiensi aktivitas logistik di Merauke serta wilayah sekitarnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
