Menurut Anisa, Indonesia telah memiliki berbagai instrumen ekonomi dan keuangan syariah, mulai dari perbankan, asuransi hingga pasar modal. Regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia juga dinilai telah tersedia.
“Sebetulnya yang membuat sulit berkembang itu bukan dari produknya. Secara produk ini sudah bagus dan sudah sesuai. Infrastruktur juga sudah banyak di Indonesia, mulai dari perbankan, asuransi, pasar modal dan sejenisnya,” jelasnya.
Dia menilai persoalan yang masih perlu diperkuat adalah literasi masyarakat. Rendahnya pemahaman membuat sebagian masyarakat belum mengenal produk-produk keuangan syariah sehingga pemanfaatannya belum optimal.
“Minimnya tingkat literasi masyarakat terhadap ekonomi syariah membuat masyarakat tidak kenal dengan produk syariah, sehingga mereka tidak memakai produk-produk dari syariah,” katanya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
