Partisipasi Donor Darah di Jatim Belum Merata

Lukman Hakim
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Foto : istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menyoroti belum meratanya partisipasi masyarakat dalam donor darah sukarela di sejumlah wilayah. 

Ia mengatakan, pemerataan basis pendonor menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga ketersediaan darah. Sebab, kebutuhan darah berlangsung setiap hari dan dibutuhkan untuk berbagai pelayanan kesehatan.

Menurut Khofifah, masih terdapat kesenjangan partisipasi pendonor antara sejumlah wilayah perkotaan dan kabupaten. Kondisi tersebut antara lain terlihat di Mojokerto, Probolinggo, dan Malang.

Ia mencontohkan Kabupaten Malang yang memiliki wilayah dan jumlah penduduk lebih besar dibandingkan Kota Malang. Namun, partisipasi masyarakat dalam donor darah sukarela di wilayah kabupaten masih perlu terus diperkuat.

"Mungkin nanti, Kadinkes Jatim Prof. Erwin dipandu oleh Pak Imam Utomo supaya area-area yang masuk wilayah kabupaten ini juga keikutsertaannya bisa ditingkatkan," ujar Khofifah saat menyerahkan penghargaan kepada pendonor darah sukarela di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (1/10/2026).

Khofifah menilai wilayah kabupaten memiliki potensi besar untuk menjadi basis pendonor darah. Dengan cakupan wilayah yang luas dan jumlah masyarakat yang besar, peningkatan partisipasi donor di kabupaten dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan stok darah.

Karena itu, penguatan pendonor tidak hanya diarahkan pada wilayah yang selama ini memiliki tingkat partisipasi tinggi. Pemerataan juga diperlukan agar ketersediaan darah tidak terlalu bertumpu pada daerah tertentu.

Menurutnya, sinergi Palang Merah Remaja (PMR) dan Pramuka di sekolah dapat menjadi salah satu strategi untuk memperluas edukasi mengenai donor darah sekaligus membangun regenerasi pendonor sejak usia sekolah. “Langkah tersebut penting karena penguatan stok darah membutuhkan partisipasi masyarakat secara berkelanjutan,” katanya. 

Sementara itu, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jatim Imam Utomo mengatakan, Surabaya selama ini menjadi salah satu daerah yang memberikan kontribusi besar terhadap pemenuhan kebutuhan darah di Jatim.

Menurut Imam, PMI di Surabaya setiap hari mampu melakukan pengambilan darah dari sekitar 400 pendonor. Kapasitas tersebut menjadi salah satu gambaran tingginya aktivitas donor darah di wilayah perkotaan.

Untuk memperkuat kapasitas layanan sekaligus memperluas akses masyarakat, PMI Jatim berencana mendirikan Unit Donor Darah (UDD) kedua di Kota Surabaya. Rencana tersebut akan dikolaborasikan dengan Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kesehatan.

"Mudah-mudahan Surabaya dua ini nanti bisa mendapat tempat yang bagus dan tidak mengalami kesulitan. Sehingga pengambilan darah di Surabaya bisa berjalan lebih lancar," harap Imam.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network