Sosok Ini Bongkar Aturan Baru PDIP Surabaya, Kader Main Proyek hingga Minta Imbalan Terancam Dipecat
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Ketua DPC PDIP Kota Surabaya Armuji memberikan peringatan keras kepada seluruh kader dan pengurus partai agar tidak memanfaatkan program maupun jaringan politik untuk kepentingan pribadi.
Armuji yang juga menjabat Wakil Wali Kota Surabaya menegaskan, kader yang terbukti melakukan pungutan liar, menjadi calo bantuan, bermain proyek, atau meminta imbalan dalam proses rekrutmen tenaga kerja dapat dikenai sanksi tegas hingga pemecatan.
Peringatan tersebut disampaikan Armuji saat membuka Musyawarah Ranting (Musran) PDIP Kota Surabaya, Sabtu (3/10/2026). Forum tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan struktur partai hingga tingkat kelurahan.
Menurut Armuji, kader partai tidak boleh menjadikan kedekatan dengan masyarakat maupun akses terhadap program pemerintah sebagai kesempatan mencari keuntungan pribadi.
Ia mencontohkan program bantuan yang diperjuangkan melalui jaringan partai harus benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan. Tidak boleh ada pungutan ataupun permintaan imbalan dengan alasan apa pun.
"Kalau sampai ketahuan menarik uang, bermain proyek, menjanjikan orang masuk outsourcing lalu meminta imbalan, dan itu terbukti setelah diverifikasi, maka kami tidak segan-segan memberikan sanksi tegas hingga pemecatan," ujar Armuji.
Selain persoalan disiplin kader, Armuji meminta seluruh pengurus dan anggota PDIP Surabaya tidak mudah terpancing provokasi maupun upaya adu domba dari pihak luar.
Ia menilai kekuatan partai justru berada pada soliditas internal serta kemampuan kader bekerja langsung di tengah masyarakat.
"Yang penting kita bekerja untuk rakyat. Kita mau mendengar, melihat ke bawah, karena masih banyak rakyat yang membutuhkan bantuan dan pertolongan kita. Kita harus turun dan membantu," tegasnya.
Armuji meminta pengurus ranting tidak hanya aktif dalam kegiatan internal partai. Mereka harus hadir di tengah masyarakat, mendengar persoalan warga, kemudian menyampaikannya kepada anggota legislatif maupun jajaran eksekutif agar dapat diperjuangkan sesuai kewenangan.
Menurut dia, PDIP memiliki struktur organisasi yang cukup lengkap, mulai tingkat pusat hingga ranting. Kekuatan tersebut juga didukung keberadaan kader yang duduk di DPRD Kota Surabaya, DPRD Jawa Timur, DPR RI, serta pemerintahan daerah.
Karena itu, seluruh jaringan tersebut harus diarahkan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat, bukan menjadi alat untuk kepentingan pribadi.
Armuji juga mengingatkan kader agar tidak memberikan respons berlebihan terhadap pihak yang melontarkan ejekan maupun mencoba memecah soliditas internal partai.
"Kalau ada partai-partai baru yang telah mengejek-ngejek PDI, yang telah mengadu domba kita, itu abaikan saja. Yang penting kita bekerja untuk rakyat. Kita mau mendengar, kita melihat ke bawah. Bahwa di sana itu masih ada rakyat kita yang membutuhkan bantuan kita," katanya.
Target Menang Lagi pada Pemilu 2029
Musran PDIP Surabaya juga dimanfaatkan Armuji untuk membangun kesiapan menghadapi Pemilu 2029. Ia meminta kader di tingkat ranting mulai memperkuat hubungan dengan masyarakat dari sekarang.
Menurutnya, ranting merupakan ujung tombak partai karena berada paling dekat dengan warga. Kemenangan dalam kontestasi politik tidak cukup hanya mengandalkan struktur di tingkat kota, tetapi membutuhkan kerja bersama hingga tingkat kelurahan.
"Sebagai ujung tombak partai, ranting harus mampu menarik hati rakyat. Kalau kompak, solid, dan bekerja untuk masyarakat, saya yakin kita bisa memenangkan kembali pertarungan 2029," ujarnya.
Armuji menyadari persaingan politik menuju Pemilu 2029 tidak akan mudah. Karena itu, konsolidasi organisasi, kedisiplinan kader, serta kedekatan dengan masyarakat menjadi modal yang harus terus diperkuat.
Musyawarah Ranting tersebut menjadi bagian dari proses konsolidasi PDIP Kota Surabaya hingga tingkat kelurahan. Selain memperkuat organisasi, kegiatan itu juga menjadi momentum penetapan kepengurusan ranting yang akan berhadapan langsung dengan masyarakat dalam menyerap sekaligus memperjuangkan aspirasi warga.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
