Blunder, Langkah Armuji Minta Maaf ke Ormas Tuai Kritik

Lukman Hakim
Wawali Kota Surabaya Armuji (kanan) menyampaikan maaf kepada Madas dalam forum mediasi bersama Ketua Umum DPP Madas Mohammad Taufik (kiri) di Universitas Dr Soetomo (Unitomo), Surabaya. Foto : Surabaya.iNews.id/ist.

SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Wakil Wali (Wawali] Kota Surabaya Armuji menyampaikan permohonan maaf kepada Organisasi Masyarakat (Ormas) Madura Asli Sedarah (Madas) melalui surat pernyataan tertulis yang ditandatangani pada Januari 2026.

Surat berjudul “Pernyataan Permohonan Maaf dan Klarifikasi” tersebut beredar luas dan sinyal berakhirnya polemik yang sempat mencuat terkait peristiwa pembongkaran rumah Nenek Elina.

Namun, langkah Armuji itu oleh elemen masyarakat dinilai sebagai kekeliruan etika politik. Bahkan dianggap menyeret harga diri, harkat, dan martabat Kota Pahlawan ke dalam sorotan negatif publik.

Ketua LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur, Heru Satriyo menilai tindakan Armuji telah menciptakan preseden buruk sekaligus melemahkan wibawa kepemimpinan di Surabaya.

“Ini bukan perkara sepele. Ini soal harga diri Surabaya dan kebanggaan arek Suroboyo. Kejadian ini memalukan dan mencoreng nama besar Kota Pahlawan,” tegas Heru, Kamis (8/1/2026).

Heru menambahkan, polemik ini justru membuka babak baru kegaduhan sosial di Surabaya. Ia menyebut kondisi pasca kejadian berpotensi memicu dinamika perlawanan di masyarakat seiring meningkatnya rasa ketersinggungan publik.

Sebagai bentuk respons, sejumlah tokoh masyarakat menginisiasi Apel Siaga Arek Suroboyo WANI. Apel ini sebagai gerakan penolakan terhadap premanisme serta narasi pengkotakan berbasis suku yang kembali muncul di ruang publik.

“Apel siaga akan digelar di halaman Balai Kota. Ini simbol perlawanan dan akan melibatkan massa besar,” ujar Heru.

Senada dengan itu, tokoh masyarakat Surabaya, drg. David Andreasmito, juga menyampaikan kritik keras. Ia menilai Armuji tidak cermat dan tidak peka saat menandatangani surat permohonan maaf tersebut.

“Sebagai Wakil Wali Kota, tindakan itu mencederai perasaan arek Suroboyo. Ini melukai hati warga dan bertentangan dengan karakter Surabaya yang dikenal berani dan tegas,” ujarnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network