Inovasi Manajemen Jadi Kunci Daya Saing Global, FMI Soroti Transformasi Digital dan AI

Arif Ardliyanto
FMI Jawa Timur XVIII 2026 menyoroti inovasi manajemen, transformasi digital, AI, dan kolaborasi riset untuk memperkuat daya saing Indonesia. Foto iNewsSurabaya.id/tangkap layar

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Inovasi manajemen menjadi salah satu kunci bagi Indonesia untuk menghadapi persaingan global di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI). Perguruan tinggi dituntut mampu menyesuaikan pengembangan ilmu manajemen dengan perubahan industri agar menghasilkan sumber daya manusia yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Persoalan tersebut menjadi sorotan dalam Seminar Nasional (Semnas) Forum Manajemen Indonesia (FMI) Jawa Timur XVIII 2026 yang digelar di Hotel Platinum Tunjungan, Surabaya. Forum ini membahas inovasi strategis dan transformasi ekosistem digital berkelanjutan untuk mendukung pembangunan serta memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.

Guru Besar Manajemen Strategik Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair), Prof. Badri Munir Sukoco, S.E., M.B.A., Ph.D., yang hadir sebagai pembicara utama, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dosen manajemen.

Menurutnya, perkembangan industri yang semakin dinamis perlu diikuti dengan penyesuaian kurikulum dan pendekatan pembelajaran di perguruan tinggi. Program studi manajemen perlu merespons kebutuhan dunia kerja agar pengetahuan yang diberikan kepada mahasiswa tidak tertinggal dari perubahan praktik bisnis.


FMI Jawa Timur XVIII 2026 menyoroti inovasi manajemen, transformasi digital, AI, dan kolaborasi riset untuk memperkuat daya saing Indonesia. Foto iNewsSurabaya.id/tangkap layar

Pengembangan keilmuan juga dapat dilakukan melalui penggabungan sejumlah program studi. Pendekatan ini dinilai membuka ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan multidisiplin, sehingga mampu memahami persoalan organisasi dan bisnis dari berbagai sudut pandang.

Inovasi pendidikan manajemen tersebut menjadi penting ketika dunia usaha tidak lagi hanya membutuhkan tenaga kerja dengan kemampuan teknis, tetapi juga sumber daya manusia yang mampu berpikir strategis, beradaptasi dengan teknologi, dan mengambil keputusan berdasarkan analisis yang komprehensif.

Ketua FMI Pusat, Sri Gunawan, DBA, menyoroti perubahan lingkungan bisnis yang semakin kompleks. Transformasi digital, perkembangan kecerdasan buatan, dan tuntutan keberlanjutan telah memengaruhi cara organisasi menjalankan operasional hingga menentukan kebijakan strategis.

“Kita menghadapi perubahan lingkungan bisnis yang semakin dinamis: transformasi digital, perkembangan kecerdasan buatan, tantangan keberlanjutan, serta perubahan cara organisasi bekerja dan mengambil keputusan. Ilmu manajemen dituntut tidak hanya menghasilkan konsep, tetapi juga menawarkan pemahaman dan solusi yang dapat diuji serta diterapkan,” ujarnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network