Ia menegaskan, kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak semata-mata untuk menjaga situasi tetap aman. Interaksi langsung juga diperlukan agar petugas mengetahui persoalan yang dihadapi warga, sekaligus mendeteksi potensi gangguan keamanan sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolresta Sidoarjo turut membuka ruang dialog bagi jamaah dan warga untuk menyampaikan masukan, keluhan, maupun persoalan yang berpotensi mengganggu ketertiban lingkungan.
Selain memperkuat komunikasi dengan kepolisian, masyarakat diajak menjaga kerukunan dan meningkatkan kepedulian terhadap kondisi di sekitarnya. Warga juga diingatkan agar lebih waspada terhadap berbagai potensi kejahatan serta menggunakan media sosial secara bijak.
Menurut Bobby, keamanan lingkungan membutuhkan keterlibatan semua pihak. Komunikasi antara warga, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan kepolisian menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif.
Ia juga meminta masyarakat tidak ragu melaporkan kejadian mencurigakan maupun gangguan kamtibmas yang membutuhkan penanganan petugas.
"Bila ada gangguan kamtibmas di sekitar warga, dapat langsung menghubungi nomor hotline Polisi 110. Agar dapat segera ditindaklanjuti oleh anggota Polisi terdekat," tegas Bobby.
Melalui kegiatan Sidoarjo Ayo Subuhan, Polresta Sidoarjo berharap hubungan antara polisi dan masyarakat semakin erat. Komunikasi yang terjalin secara langsung diharapkan membantu mempercepat penyampaian informasi serta memperkuat upaya pencegahan gangguan keamanan di wilayah Sidoarjo.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
