SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Sebanyak 110 anggota Kelab Wanita Ikon Malaysia (KWIM) di Negeri Sembilan, Malaysia, mengikuti pelatihan kewirausahaan digital yang digelar Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Pelatihan pada 13 Oktober 2025 ini membekali perempuan dengan keterampilan praktis untuk mengembangkan usaha, memperluas pemasaran, dan meningkatkan kemandirian ekonomi melalui teknologi digital.
Program tersebut tidak hanya memperkenalkan peluang bisnis di internet, tetapi juga memberikan keterampilan yang dapat diterapkan langsung dalam kegiatan usaha. Peserta mendapatkan materi fotografi produk, pemasaran melalui platform digital, hingga cara menghitung harga jual agar produk memiliki nilai ekonomi yang lebih baik.
Tim PKM Internasional UNESA dipimpin Dr. Siti Sri Wulandari, S.Pd., M.Pd., dengan anggota Prof. Dr. Waspodo Tjipto Subroto, M.Pd., Prof. Dr. Susanti, S.Pd., M.Si., Dr. Norida Canda Sakti, M.Si., serta Dr. Luqman Hakim, S.Pd., S.E., M.SA.
Pelatihan dirancang untuk meningkatkan literasi kewirausahaan digital, mengembangkan produk berdasarkan potensi lokal, memperkuat strategi pemasaran, dan meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha perempuan. Metode partisipatif dan praktik langsung digunakan agar materi yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan peserta.
Ketua Tim PKM Internasional UNESA, Dr. Siti Sri Wulandari, menjelaskan bahwa penguatan keterampilan digital menjadi salah satu langkah penting untuk mendorong kemandirian ekonomi perempuan di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola pemasaran.
“Kemandirian ekonomi perempuan perlu dibangun melalui peningkatan kapasitas yang relevan dengan perkembangan ekonomi digital. Kami ingin peserta tidak hanya memahami peluang bisnis digital, tetapi juga mampu mempraktikkan strategi pemasaran, menentukan harga jual, serta mengelola usaha secara berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Siti, perempuan mempunyai peluang untuk mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan perekonomian keluarga maupun komunitas. Potensi tersebut perlu didukung dengan pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usaha.
Melalui pelatihan ini, peserta diperkenalkan pada sejumlah aspek penting dalam menjalankan bisnis digital. Fotografi produk menjadi salah satu materi untuk membantu pelaku usaha menampilkan barang dagangan secara lebih menarik. Sementara itu, pemanfaatan platform digital membuka peluang pemasaran yang tidak terbatas pada lingkungan sekitar.
Kemampuan menghitung harga jual juga menjadi bagian penting dari pembelajaran. Pemahaman mengenai penetapan harga diharapkan membantu peserta memperhitungkan biaya usaha sekaligus menentukan nilai jual produk secara lebih terukur.
Pemanfaatan teknologi digital memberikan kesempatan kepada pelaku usaha perempuan untuk menjangkau konsumen yang lebih beragam. Produk yang sebelumnya hanya dipasarkan secara konvensional berpeluang dikenal oleh calon pembeli di wilayah berbeda melalui kanal pemasaran daring.
Namun, peluang tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan mengelola usaha secara profesional. Pelaku usaha tidak cukup hanya memasarkan produk melalui internet, tetapi juga perlu memahami cara menyajikan produk, menetapkan harga, menyusun strategi pemasaran, dan menjaga keberlanjutan bisnis.
Karena itu, pelatihan kewirausahaan digital yang melibatkan anggota KWIM Negeri Sembilan ini diarahkan untuk membangun keterampilan yang dapat digunakan dalam praktik usaha sehari-hari. Pendekatan tersebut sekaligus membuka ruang bagi peserta untuk berbagi pengalaman dan mengenali peluang pengembangan produk berdasarkan potensi lokal.
Program PKM Internasional Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UNESA ini berkaitan dengan dua tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs), yakni tujuan kelima tentang kesetaraan gender dan tujuan kedelapan mengenai pekerjaan layak serta pertumbuhan ekonomi.
Dari sisi kesetaraan gender, peningkatan keterampilan kewirausahaan diharapkan memperluas kesempatan perempuan untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi. Sementara itu, penguatan kemampuan pemasaran dan pengelolaan usaha menjadi bagian dari upaya mendorong produktivitas serta pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Kolaborasi UNESA dengan Kelab Wanita Ikon Malaysia juga memperlihatkan peran perguruan tinggi dalam mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat lintas negara. Kegiatan tersebut menjadi ruang pertukaran pengalaman sekaligus memperkuat jejaring pemberdayaan perempuan di kawasan ASEAN.
Bagi tim pelaksana, kewirausahaan digital bukan sekadar keterampilan berjualan melalui internet. Lebih dari itu, penguasaan teknologi diharapkan membantu perempuan mengembangkan usaha secara mandiri, meningkatkan daya saing produk, dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas.
Melalui pembekalan terhadap 110 anggota KWIM di Negeri Sembilan, UNESA mendorong pengembangan kapasitas perempuan agar mampu beradaptasi dengan perubahan ekonomi digital serta mengambil peran dalam pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
