SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Persebaya Surabaya gagal menjaga momentum kemenangan saat menjamu Persijap Jepara pada pekan kedelapan Super League 2026/2027. Bermain di hadapan ribuan Bonek dan Bonita di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat (30/10/2026), Green Force harus puas berbagi angka setelah pertandingan berakhir 1-1.
Hasil tersebut terasa mengecewakan karena Persebaya sebenarnya tampil dominan sepanjang pertandingan. Penguasaan bola mencapai 74 persen dan melahirkan 20 tembakan, tetapi keunggulan statistik itu tidak cukup untuk mengantarkan tuan rumah meraih tiga poin.
Persebaya bahkan sempat berada dalam situasi sulit setelah Persijap mencetak gol lebih dahulu melalui Vasko Kalezic pada menit ke-55. Green Force baru terhindar dari kekalahan setelah Risto Mitrevski mencatatkan namanya di papan skor pada menit 90+1.
Gol di penghujung pertandingan tersebut memang menyelamatkan Persebaya dari kekalahan. Namun, hasil imbang tetap menjadi pukulan bagi tim asuhan Bernardo Tavares yang sebelumnya berhasil mengalahkan Garudayaksa dan Madura United dengan skor 3-1.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, tidak menyembunyikan kekecewaannya. Dia menilai hasil melawan Persijap jauh dari target yang diharapkan, terlebih pertandingan berlangsung di kandang sendiri.
"Kami sudah berhasil meraih kemenangan saat menghadapi Garudayaksa dan Madura United, tetapi sekarang gagal mendapatkan hasil yang sama saat melawan Persijap. Hasil ini tentu jauh dari harapan saya," ujar Tavares dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Pelatih asal Portugal itu menegaskan bahwa kemenangan menjadi tujuan utama yang harus diperjuangkan Persebaya setiap kali turun ke lapangan.
"Tidak ada orang yang lebih kecewa daripada saya dengan hasil ini. Bagi saya, sepak bola adalah tentang kemenangan," tegasnya.
Penguasaan Bola 74 Persen, Persebaya Kesulitan Membongkar Pertahanan Persijap
Secara statistik, Persebaya memiliki kendali permainan yang jauh lebih besar dibandingkan tim tamu. Green Force menguasai bola hingga 74 persen, sementara Persijap hanya mencatatkan 26 persen.
Persebaya juga menghasilkan 20 tembakan sepanjang pertandingan. Akan tetapi, banyaknya peluang yang tercipta belum mampu dikonversi menjadi gol untuk memastikan kemenangan.
Persijap justru memperlihatkan pertahanan yang disiplin. Tim asal Jepara tersebut mampu meredam sejumlah tekanan tuan rumah dan sempat unggul hingga memasuki menit-menit akhir pertandingan.
Situasi tertinggal membuat Persebaya meningkatkan intensitas serangan. Tekanan demi tekanan akhirnya menghasilkan gol penyama kedudukan melalui Risto Mitrevski pada masa tambahan waktu babak kedua.
Meski berhasil menghindari kekalahan, satu poin jelas bukan hasil yang diinginkan Tavares. Apalagi, Persebaya memiliki kesempatan memanfaatkan dukungan suporter untuk mengamankan kemenangan di GBT.
Tavares mengaku memahami kekecewaan yang dirasakan Bonek dan Bonita. Menurutnya, suporter tentu memiliki ekspektasi tinggi setelah melihat performa positif Persebaya dalam pertandingan sebelumnya.
"Saya sangat frustrasi. Saya juga memahami Bonek dan Bonita pasti merasakan kekecewaan yang sama karena mereka memiliki harapan besar terhadap tim ini. Namun, terkadang sepak bola memang berjalan seperti itu," ungkapnya.
Bernardo Tavares Minta Maaf kepada Bonek dan Bonita
Kekecewaan atas hasil pertandingan juga disampaikan Tavares melalui permohonan maaf kepada para pendukung Persebaya yang telah hadir langsung di Stadion GBT.
Dia menyadari dukungan Bonek dan Bonita menjadi bagian penting bagi perjalanan Green Force. Namun, hasil pertandingan kali ini belum mampu membalas kepercayaan dan harapan para suporter.
"Untuk saat ini, saya hanya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh suporter yang sudah datang dan memberikan dukungan langsung di stadion," katanya.
Tavares memilih tidak mengumbar janji setelah Persebaya kehilangan dua poin di kandang sendiri. Dia menegaskan bahwa langkah yang bisa dilakukan saat ini adalah meningkatkan kerja keras bersama seluruh pemain.
"Saya tidak ingin memberikan janji yang berlebihan. Yang bisa saya pastikan adalah saya akan terus bekerja keras, begitu juga dengan seluruh pemain," tutupnya.
Tambahan satu poin membuat Persebaya kini mengoleksi 13 poin dari delapan pertandingan Super League 2026/2027. Rinciannya, tiga kemenangan, empat hasil imbang, dan satu kekalahan.
Green Force sementara berada di peringkat kelima klasemen. Hasil melawan Persijap sekaligus menjadi evaluasi penting bagi Tavares, terutama dalam meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir.
Dominasi permainan dan banyaknya tembakan tidak akan berarti maksimal jika gagal dikonversi menjadi gol. Persebaya kini dituntut segera berbenah agar kehilangan poin di kandang sendiri tidak kembali terulang pada pertandingan berikutnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
