Dana Pendidikan Surabaya Tembus Rp2 Triliun, DPRD Ingatkan Masih Ada Anak Tertahan Ijazah

Arif Ardliyanto
Anggaran pendidikan Surabaya mencapai Rp2,037 triliun dalam RAPBD 2027. DPRD menyoroti rendahnya serapan anggaran OPD hingga persoalan ijazah siswa tertahan. Foto iNewsSurabaya.id/tangkap layar

DPRD Soroti Siswa Kesulitan Mengambil Ijazah

Persoalan lain yang membuat Komisi D prihatin adalah masih adanya siswa yang kesulitan mengambil ijazah karena terkendala biaya.

Johari menilai persoalan tersebut seharusnya menjadi perhatian serius Pemkot Surabaya. Sebab, anggaran pendidikan yang besar semestinya bisa digunakan untuk menyelesaikan persoalan mendasar yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja hanya karena ijazahnya masih tertahan.

Siswa SMP Belum Lancar Membaca, DPRD Usulkan Pemetaan Kemampuan

Selain persoalan anggaran, Komisi D juga menyoroti kualitas pembelajaran di tingkat SMP. Anggota Komisi D DPRD Surabaya, dr. Zuhrotul Mar'ah, mengungkapkan masih terdapat peserta didik yang belum memiliki kemampuan membaca secara memadai.

Ia mendorong adanya pemetaan kemampuan dan potensi siswa agar guru mengetahui kebutuhan masing-masing anak. Salah satu usulan yang disampaikan adalah pelaksanaan tes potensi atau tes IQ.

"Kalau anggarannya mencukupi, seluruh siswa bisa mengikuti tes potensi atau tes IQ. Namun, jika anggarannya terbatas, bisa diprioritaskan bagi anak-anak dari jalur zonasi dan afirmasi," katanya.

Zuhrotul menjelaskan, pemeriksaan tersebut bukan untuk memberikan stigma atau mengategorikan siswa sebagai anak inklusi. Tujuannya adalah mengetahui potensi serta kesulitan belajar yang dialami peserta didik.

Dengan pemetaan tersebut, guru diharapkan dapat menentukan metode pembelajaran yang lebih tepat. Siswa yang mengalami hambatan belajar pun bisa mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan.

Menanggapi berbagai masukan DPRD, Kepala Bappeda Litbang Surabaya, Maria Theresia Ekawati Rahayu, menjelaskan bahwa alokasi anggaran pendidikan pada Dinas Pendidikan mencapai 16,34 persen dari total anggaran yang ditandai untuk fungsi pendidikan sebesar 22,28 persen.

TAPD juga telah mengusulkan tambahan sekitar Rp31 miliar bagi Dinas Pendidikan dalam pembahasan bersama Badan Anggaran DPRD.

Kepala BPKAD Surabaya, Wiwiek Widayati, mengonfirmasi penambahan tersebut. Dengan tambahan anggaran itu, alokasi Dinas Pendidikan diproyeksikan mencapai sekitar Rp2,037 triliun.

Namun, bagi Komisi D, pekerjaan rumah Pemkot Surabaya tidak berhenti pada penambahan anggaran. Pemerintah juga harus memastikan program pendidikan yang dikelola OPD di luar Dinas Pendidikan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Evaluasi terhadap penyerapan, produktivitas, serta manfaat program menjadi hal penting agar anggaran tidak sekadar tercatat dalam dokumen perencanaan.

DPRD berharap anggaran pendidikan yang mencapai triliunan rupiah tersebut benar-benar menjawab persoalan di lapangan. Mulai dari mencegah anak putus sekolah, mengatasi persoalan ijazah yang tertahan, hingga meningkatkan kemampuan dasar membaca peserta didik.

Dengan demikian, keberhasilan pembangunan pendidikan Surabaya bukan hanya terlihat dari besarnya anggaran, melainkan dari semakin banyaknya anak yang memperoleh kesempatan belajar secara layak tanpa terkendala persoalan ekonomi maupun kemampuan akademik.

Editor : Arif Ardliyanto

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network