Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : KontraS : 24 Orang yang Ditangkap Usai Demo Grahadi, 20 Dipulangkan
Advertisement . Scroll to see content

Membedah Siasat Korporasi Farmasi Jualan Nikotin

Sabtu, 18 Juni 2022 | 13:15 WIB
  • author Ali Masduki
Membedah Siasat Korporasi Farmasi Jualan Nikotin
Bedah buku Nicotine War karya Wanda Hamilton pada Jumat, 17 Juni 2022 di ASEC Tower Universitas Airlangga. (Foto: Ali)

Senada dengan Abhisam dan Irfan, Dosen Komunikasi Politik Universitas Airlangga, Suko Widodo menilai adanya ketidakadilan di dalam penerapan regulasi IHT. 

“Sebelum melarang sebaiknya para ahli kesehatan benar-benar melakukan penelitian mengenai manfaat tembakau, karena saya yakin semua yang ada di dunia ini bukan sesuatu yang sia-sia dan pasti memiliki manfaat positif. Tembakau atau kretek ini adalah harta karun yang nilainya besar dan harusnya bisa mengangkat perekonomian di negara ini,” ujar Suko.

Suko membeberkan data, akibat kenaikan tarif cukai pada kurun waktu tahun 2015 -2020 terjadi penurunan produksi rokok dari 348,1 miliar batang menjadi 322 miliar batang atau turun 7,47 persen. Akibat penurunan produksi rokok, serapan tembakau petani menjadi terpengaruh.

“Semua fenomena ketidakadilan itu akan dengan mudah kita pahami jika mau membaca Nicotine War. Cara-cara bagaimana antirokok menepikan industri rokok tidak ada beda,” pungkasnya.

Editor: Ali Masduki

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut