19 Balai RW Jadi Pusat Pencegahan Radikalisme dan Intoleransi, Ini yang Dilakukan Pemkot Surabaya

Arif Ardliyanto
.
Rabu, 21 September 2022 | 10:26 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meresmikan Balai RW 5 Kelurahan Genteng, Kecamatan Genteng sebagai Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), Sinau dan Mengaji untuk anak - anak, Selasa (2/9/2022). Foto iNewsSurabaya.id/ist

SURABAYA, iNews.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meresmikan Balai RW 5 Kelurahan Genteng, Kecamatan Genteng sebagai Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), Sinau dan Mengaji untuk anak - anak, Selasa (2/9/2022). Dalam peresmian itu, juga dihadiri oleh perwakilan dari DPRD Kota Surabaya, Sekretaris Daerah (Sekda), jajaran Asisten dan Kepala PD.

Wali Kota Eri Cahyadi menjelaskan, Puspaga, Sinau dan Mengaji untuk keluarga dan anak itu bukan hanya ada di Balai RW 5, Kelurahan Genteng, Kecamatan Genteng saja. Akan tetapi ada juga di 19 balai RW lain yang tersebar di 15 Kelurahan, 12 Kecamatan se-Surabaya.

"Jadi di sini itu ada tempat untuk semua agama lengkap fasilitas serta tenaga pengajarnya. Begitu pula dengan belajarnya, ada pelajaran matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan sebagainya," kata Wali Kota Eri.

Wali kota yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu menjelaskan, sejatinya Balai RW itu adalah tempatnya bersosialisasi dan komunikasi warga. Biasanya, yang kumpul di Balai RW itu bapak - bapak untuk rapat dan membicarakan berbagai hal untuk kampungnya. Berangkat dari fungsi Balai RW itu, ia berinisiatif menjadikan tempat tersebut berkumpulnya anak - anak. 

"Ketika anak - anak itu kumpul, otomatis orang tuanya ikut serta keluar. Sehingga apa? Surabaya yang penuh dengan toleransi, tolong menolong yang tinggi itu bisa diwujudkan kembali. Sehingga kampung itu terjaga dan terhindar dari radikalisme bahkan intoleransi," sebut Cak Eri.

Halaman : 1 2
Bagikan Artikel Ini