Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sports Mobile Legends Masuk Kurikulum Ekstrakurikuler di 100 SMP - SMA di Surabaya
Advertisement . Scroll to see content

Kasus Demam Berdarah Meningkat di Surabaya, Begini Cara National Hospital Edukasi Masyarakat

Sabtu, 06 April 2024 | 14:49 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Kasus Demam Berdarah Meningkat di Surabaya, Begini Cara National Hospital Edukasi Masyarakat
National Hospital terus mengedukasi masyarakat dengan berbagai cara terkait demam berdarah dan beberapa kasus penyakit lainnya. Salah satunya lewat berbagi takjil yang hari ini digelar. Foto iNewsSurabaya/ist

SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Kasus demam berdarah di sejumlah kawasan Surabaya, terutama di National Hospital Surabaya, menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan. Menurut catatan Dinas Kesehatan Surabaya, sejak awal tahun 2024, sudah tercatat 43 kasus demam berdarah di kota ini.

Dari jumlah tersebut, mayoritas korban adalah anak-anak di bawah usia 14 tahun. Direktur Utama National Hospital, dr. Azwan Hakmi Lubis SpA MKes, menyatakan bahwa rumah sakit tersebut juga melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah pasien demam berdarah sejak awal tahun. Data rekam medis National Hospital mencatat adanya 75 kasus yang dirawat sepanjang periode tersebut.

"Kasus-kasus yang kami tangani berkisar pada rentang usia 0-64 tahun, menunjukkan bahwa demam berdarah tidak mengenal batas usia," ungkap dr. Azwan saat diwawancarai di acara pembagian takjil di National Hospital.

Dokter Azwan pun memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap kasus demam berdarah. Menurutnya, pencegahan merupakan langkah awal yang penting, dimulai dari menjaga kebersihan lingkungan sekitar, termasuk memantau saluran air dan genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk pembawa penyakit.

Sementara itu, dokter spesialis anak Achmad Yuniari Heryana SpA National Hospital mengungkapkan, dalam seminggu ini, dirinya merawat pasien demam berdarah anak sebanyak lima anak. “Kasus DBD ini meningkat lagi. Dari yang ringan hingga bentuknya yang berat dari yang classic hingga dengue. Karena itu harus sudah mulai meningkatkan kewaspadaan,” terangnya. 

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut