Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Muktamar NU ke-35 Makin Dekat, Para Kiai Beri Peringatan Keras soal Politik Uang, Ini Poinnya
Advertisement . Scroll to see content

Gerakan Ayo Mondok Respons Wacana Libur Sekolah Selama Ramadan, Ini Alasannya

Selasa, 14 Januari 2025 | 13:59 WIB
  • author Zainul Arifin
Gerakan Ayo Mondok Respons Wacana Libur Sekolah Selama Ramadan, Ini Alasannya
Gerakan ayo mondok menjadi solusi saat libur ramadan. Foto iNEWSSURABAYA/zainul

JOMBANG, iNEWSSURABAYA.IDGerakan Ayo Mondok (GAM) merespons positif wacana Kemenag RI terkait libur sekolah selama bulan Ramadan. Wacana itu bisa menjadi peluang besar bagi pesantren untuk menunjukkan keunggulan pendidikan yang ada di pondok pesantren.

Koordinator GAM KH. Luqman Harist Dimyati Attarmasi mengatakan bahwa libur sekolah selama Ramadan dapat menjadi waktu yang tepat untuk para siswa lebih mendalami ilmu agama di pesantren. Hal itu juga sejalan dengan visi Gerakan Ayo Mondok yang mendorong masyarakat, khususnya para orang tua, untuk mengirim anak-anaknya belajar di pesantren selama Ramadan.

"Ini menjadi tantangan bagi pesantren untuk menunjukkan kualitas pendidikan yang jauh lebih baik. Ramadan adalah momen yang sangat tepat untuk memperdalam ilmu agama sekaligus membentuk karakter yang lebih religius," kata Luqman, dalam keterangannya, Selasa (14/1/2025).

Dijelaskan Luqman, pesantren memiliki sistem pendidikan yang komprehensif, tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga pengetahuan umum. Nah, dengan adanya program libur sekolah selama Ramadan, diharapkan semakin banyak orang tua yang tertarik untuk memondokkan anak-anak mereka, baik untuk jangka waktu pendek maupun panjang.

"Sekarang saatnya pesantren memperkuat pendidikan yang tidak hanya berbasis agama, tetapi juga skill lain yang dibutuhkan anak-anak. Ramadan bisa menjadi momentum besar bagi mereka untuk belajar dan mendapatkan pengalaman pendidikan yang berbeda," ujarnya.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut