Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tragis! Pria Muda Asal Sidoarjo Ditemukan Tewas di Sungai Brantas, Begini Kondisinya
Advertisement . Scroll to see content

Ikan Sungai Brantas Terancam Punah Akibat Polusi, Aktivis Protes dengan Aksi Unik

Senin, 10 Februari 2025 | 20:59 WIB
  • author Ali Masduki
Ikan Sungai Brantas Terancam Punah Akibat Polusi, Aktivis Protes dengan Aksi Unik
Komunitas Penyayang Ikan Perairan Nusantara (KOPIPA) menggelar aksi unik dengan mengusung bangkai ikan keliling Surabaya, Senin (10/2/2025). Foto: iNewsSurabaya/Ali Masduki

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Komunitas Penyayang Ikan Perairan Nusantara (KOPIPA) menggelar aksi unik dengan mengusung bangkai ikan keliling Surabaya sebagai bentuk protes terhadap pencemaran Sungai Brantas. 

Aksi yang dilakukan di depan kantor Gubernur Jawa Timur, Jl. Pahlawan, menuju Rolak Jagir, sebagai bentuk tuntutan agar pemerintah segera mengambil langkah tegas menangani pencemaran sungai yang telah mengancam keberadaan ikan lokal.

“Pemerintah abai menangani pencemaran Sungai Brantas. Ikan-ikan lokal diambang kepunahan. Kami butuh keadilan ekologis antar generasi. Pemerintah harus bertindak tegas terhadap industri yang membuang limbah langsung ke sungai tanpa diolah,” tegas Jofan Ahmad, Koordinator Aksi KOPIPA, Senin (10/2/2025).

Sungai Brantas, yang termasuk sungai strategis nasional dan terpenting di Jawa Timur, kini berada dalam kondisi kritis. Menurut Jofan, minimnya pengawasan pemerintah terhadap pencemaran limbah industri, sampah plastik, dan pemukiman di bantaran sungai telah mengancam ekosistem perairan.

Data terbaru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2024 menyebutkan bahwa 60% sungai di Indonesia tercemar berat. Pencemaran ini didominasi oleh limbah industri (54%), pembangunan bendungan (39%), perubahan tata guna lahan (37%), dan ancaman spesies invasif (28%).

“Aksi ini adalah bagian dari gerakan jangka panjang untuk menyelamatkan Sungai Brantas. Jika tidak ada tindakan tegas, generasi mendatang tidak akan bisa menikmati keanekaragaman hayati sungai ini,” tegas Jofan.

Editor: Ali Masduki

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut