Jawa Timur Luncurkan Buku Strategi Gizi, Siapkan Generasi Emas 2045 Lewat Fortifikasi Pangan
SURABAYA, iNewsSurabaya.id — Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi merilis buku strategi gizi terbaru yang fokus pada fortifikasi pangan berskala besar (FPBB), sebagai langkah nyata dalam menyiapkan Generasi Emas 2045. Dokumen penting ini diluncurkan dalam forum lintas sektor di Surabaya, Kamis (31/7/2025), bekerja sama dengan Bappenas dan UNICEF.
Peluncuran buku berjudul Situasi Analisis Fortifikasi Pangan Jawa Timur ini menjadi tonggak awal dalam memperkuat ketahanan pangan dan kualitas gizi masyarakat. Dengan populasi lebih dari 41 juta jiwa, Jawa Timur menjadi provinsi pertama yang menghadirkan peta jalan kolaboratif dalam penguatan fortifikasi pangan, khususnya pada komoditas utama seperti beras dan garam.
Fortifikasi pangan—penambahan zat gizi mikro ke dalam bahan makanan pokok—diakui sebagai salah satu strategi paling efektif dan terjangkau untuk menekan kekurangan gizi, terutama pada ibu dan anak. Setiap investasi senilai 1 dolar AS dalam fortifikasi disebut mampu memberikan manfaat sosial dan kesehatan hingga 17 kali lipat.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, menyebut bahwa program ini bukan hanya soal kesehatan, tetapi bagian integral dari pembangunan manusia.
"Kami melihat fortifikasi pangan sebagai strategi jangka panjang. Dokumen ini menjadi panduan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan anak-anak Jawa Timur tumbuh sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan masa depan," ujarnya.
UNICEF Indonesia, melalui Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Surabaya, Tubagus Arie Rukmantara, turut menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Ia menilai, langkah Jawa Timur bisa menjadi role model nasional dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan bergizi baik.
"Fortifikasi bukan hanya menurunkan stunting atau anemia, tetapi fondasi bagi generasi kompetitif menuju 2045. Kami bangga mendampingi Jawa Timur yang memiliki visi jangka panjang dan inklusif," kata Arie.
Inisiatif ini melibatkan 12 wilayah kajian yang tersebar di Jawa Timur, seperti Surabaya, Sumenep, Bangkalan, Sampang, Lamongan, Gresik, Jombang, Bondowoso, Lumajang, Kediri, dan Ngawi. Setiap daerah akan menjadi bagian penting dalam implementasi dan pemantauan kebijakan fortifikasi pangan ke depan.
Langkah ini selaras dengan agenda besar Indonesia Emas 2045 dan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama: SDG 2: Mengakhiri kelaparan dan meningkatkan ketahanan pangan, SDG 3: Menjamin kehidupan sehat dan kesejahteraan dan SDG 4: Pendidikan berkualitas melalui peningkatan kesehatan anak.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan aksi nyata dari peluncuran buku ini, mulai dari: Penyusunan regulasi fortifikasi yang lebih kuat, Dukungan bahan baku untuk produsen, Kemudahan proses sertifikasi pangan, Kampanye publik tentang pentingnya gizi dan Sistem pemantauan berkelanjutan di lapangan
Editor : Arif Ardliyanto