Selamatkan Ekosistem Laut di Pesisir Jatim, Gerakan Penanaman Mangrove di Probolinggo Mulai Jalan
PROBOLINGGO, iNewsSurabaya.id – Gerakan menjaga lingkungan melalui penanaman mangrove kembali digaungkan di Jawa Timur. Berdasarkan Peta Mangrove Nasional 2024, luas hutan mangrove di Jatim kini mencapai 30.839,3 hektare, meningkat 13,29 persen atau sekitar 3.618 hektare dibandingkan tahun 2021. Angka ini menjadi sinyal positif bahwa kesadaran kolektif masyarakat terhadap kelestarian pesisir kian tumbuh.
Mangrove dikenal sebagai benteng alami pesisir yang mampu meredam terjangan ombak dan angin saat badai. Tidak hanya itu, keberadaannya juga melindungi permukiman, lahan produktif, hingga infrastruktur di tepi pantai.
Dari sisi ekonomi, ekosistem mangrove menawarkan peluang besar. Selain menjadi destinasi wisata edukatif, kawasan mangrove juga membuka ruang pemberdayaan masyarakat pesisir, mulai dari budidaya perikanan hingga wisata berbasis konservasi.
Komitmen tersebut diwujudkan dalam Festival Mangrove VII yang digelar di Pantai Tambak Bahak, Desa Curah Dringu, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Agenda tahunan yang diinisiasi sejak 2022 ini merupakan kolaborasi Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Festival ini tak hanya sekadar aksi tanam pohon, melainkan gerakan kolektif mitigasi perubahan iklim. Tahun ini, kegiatan melibatkan lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, komunitas lingkungan, hingga dunia usaha.
Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Umum IKA Unair, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan pentingnya langkah nyata dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut.
“Menanam mangrove adalah bentuk sedekah oksigen. Kehadirannya memberi habitat bagi ikan sehingga nelayan tidak perlu jauh mencari tangkapan,” ujarnya, Rabu (20/8/2025).
Hal senada disampaikan Prof. Mochammad Amin Alamsjah, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Unair. Ia menekankan bahwa momentum Festival Mangrove VII harus menjadi penguat sabuk hijau (green belt) di kawasan pesisir.
“Kondisi pencemaran di perairan perlu menjadi perhatian bersama. Mangrove punya peran penting menentukan kualitas green belt yang kita miliki,” tegasnya.
Dalam kegiatan ini, IKA Unair Cabang Probolinggo hadir bersama civitas akademika dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Vokasi, serta SDGs Center Unair. Kolaborasi lintas bidang ini menjadi bukti nyata bahwa penyelamatan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama.
Editor : Arif Ardliyanto