Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Masuk Kampus Bukan Cuma Cari Gelar, 391 Mahasiswa Baru UWP Diberi Tantangan Ini
Advertisement . Scroll to see content

Didampingi Akademisi, Batik Jombang Kembangkan Teknologi Modern, Produksi Naik 10 Kali Lipat

Jum'at, 29 Agustus 2025 | 06:50 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Didampingi Akademisi, Batik Jombang Kembangkan Teknologi Modern, Produksi Naik 10 Kali Lipat
Dosen UWP bersama mitra akademisi dari ITATS melakukan inovasi baru untuk meningkatkan kualitas sekaligus daya saing batik Jombang di pasar nasional. Foto iNewsSurabaya/ist

JOMBANG, iNewsSurabaya.id – Upaya menjaga keberlangsungan batik Jombang terus digencarkan. Melalui program pengabdian masyarakat, tim dosen Universitas Wijaya Putra (UWP) bersama mitra akademisi dari Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) melakukan inovasi baru untuk meningkatkan kualitas sekaligus daya saing batik lokal di pasar nasional.

 Program ini mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek pada tahun anggaran 2025. Fokus utamanya adalah meningkatkan kapasitas dan mutu produksi batik berbasis konsep green management.

Ketua tim pelaksana, Prof. Dr. Nugroho Mardi Wibowo, S.E., M.Si., menjelaskan pengabdian ini dilakukan oleh tim dosen lain seperti Yuyun Widiasuti, S.E., M.M. dan Siswadi, S.T., M.Si. (UWP) serta Achmad Chusnun Ni'am, S.Si., M.T., Ph.D. (ITATS). Ia mengatakan, bahwa permasalahan klasik UMKM batik terletak pada tahap fiksasi warna yang selama ini masih dilakukan secara manual.

“Untuk dua potong kain saja bisa memakan waktu hampir satu jam. Hasilnya pun kurang maksimal karena warna cepat pudar. Hal ini jelas membuat batik sulit bersaing di pasar,” ujarnya.

Menjawab persoalan tersebut, tim UWP menghadirkan Mesin Fiksasi Batik sebagai teknologi tepat guna. Alat ini mampu mempercepat proses hingga 20 potong kain per jam, naik sepuluh kali lipat dibanding metode tradisional. Selain itu, kualitas warna menjadi lebih tajam, awet, dan konsisten.

Program ini melibatkan dua UMKM batik di Jombang, yakni Batik Berkah Mojo milik Nusa Amin di Mojoagung, serta Pesona Batik Jombang milik Nunuk Rachmawati di Desa Jabon. Kedua mitra tidak hanya mendapatkan bantuan alat, tetapi juga pendampingan manajemen usaha.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut