Jalur Gumitir Dibuka Lebih Cepat, Begini Dampak Terhadap Warga dan Ekonomi Jember–Banyuwangi
Meski sudah bisa dilalui, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa pembukaan jalur ini masih bersifat fungsional. Beberapa pekerjaan minor, seperti pemasangan drainase, penyempurnaan bahu jalan, hingga perlengkapan keselamatan, masih terus dikebut hingga akhir Desember 2025.
“Warga tetap diminta berhati-hati karena ada rambu-rambu dan marka jalan baru. Selain itu, inspeksi keselamatan juga dilakukan, termasuk penambahan penerangan jalan,” tambahnya.
Percepatan pembukaan jalur ini merupakan hasil koordinasi lintas instansi, mulai dari BBPJN Jatim–Bali, Ditlantas Polda Jatim, Satlantas Polresta Banyuwangi, hingga Dinas Perhubungan dan Bina Marga di Jember serta Banyuwangi.
Sebagai langkah mitigasi, pemerintah juga menyiapkan personel, alat berat, dan perlengkapan keselamatan kerja di titik rawan longsor. Polres Jember, Dishub, hingga relawan Gumitir ikut membantu pengaturan lalu lintas di lapangan.
Khofifah optimistis, kembalinya akses transportasi utama ini akan memberi dampak signifikan bagi roda perekonomian, khususnya sektor perdagangan dan UMKM.
“Lapak pedagang, warung, hingga pelaku usaha kecil bisa kembali berjualan. Mobilitas warga lancar, perekonomian wilayah Jember dan Banyuwangi akan lebih cepat tumbuh,” pungkasnya.
Editor : Arif Ardliyanto