Wakil Rektor 2 Ini Ungkap Kunci Sukses Tumbuh di Tengah Tantangan PTS
Supangat juga menekankan pentingnya kepemimpinan dalam membangun kepercayaan dan kolaborasi di lingkungan kampus.
“Leader itu bukan soal posisi, tapi soal tanggung jawab dan dampak,” ujarnya tegas.
Menurutnya, pemimpin sejati adalah mereka yang berani mengambil langkah pertama dan menumbuhkan kepercayaan dalam tim. “Ketika trust sudah terbentuk, promosi itu tinggal soal waktu,” tambahnya.
Pendekatan humanis dan inspiratif inilah yang membuat Supangat menjadi figur penting dalam mendorong inovasi kampus dan memperkuat kultur kolaboratif di Untag Surabaya.
Keterlibatan dunia industri dalam kegiatan kampus juga disambut positif. Manajer Nescafe Jawa Timur, Andi Brata, menyampaikan kebanggaannya dapat menjadi bagian dari Untag Surabaya Expo 2025.
“Saya merasa bangga bisa hadir di tengah-tengah mahasiswa baru Untag Surabaya. Kampus adalah tempat belajar, membangun relasi, juga tempat gagal dan bangkit lagi. Nescafe hadir untuk menemani semangat baru kalian semua,” ungkapnya.
Acara puncak ini dihadiri 3.200 mahasiswa baru angkatan 2025, serta diikuti oleh dosen, alumni, dan sivitas akademika Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya.
Kemeriahan malam penutupan semakin terasa dengan penampilan band Juicy Luicy yang menambah semangat dan keceriaan ribuan mahasiswa di Kampus Merah Putih.
Melalui berbagai terobosan di bidang promosi, kegiatan kemahasiswaan, dan kemitraan industri, Untag Surabaya membuktikan diri sebagai PTS yang tidak hanya bertahan, tetapi terus berkembang dan berinovasi.
Untag Surabaya berhasil menciptakan ekosistem kampus yang kreatif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan zaman, sekaligus memperkuat citra Kampus Merah Putih sebagai pilihan utama bagi calon mahasiswa yang ingin berkembang dan berdaya saing global.
Editor : Arif Ardliyanto