Kecolongan, Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan di Eks Lokalisasi Moroseneng
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat menindaklanjuti laporan adanya aktivitas mencurigakan di kawasan eks lokalisasi Moroseneng. Dugaan praktik prostitusi ilegal di wilayah tersebut membuat Pemkot memperketat pengawasan serta mengerahkan petugas secara intensif di sejumlah titik strategis.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa pengawasan ketat atau waskat ini merupakan langkah bersama antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan aparat kepolisian untuk memastikan kawasan Moroseneng tetap bersih dari praktik terlarang.
“Kami melakukan penjagaan setiap malam mulai pukul 22.00 hingga 04.00 pagi. Petugas berpatroli secara bergiliran dan disiagakan di beberapa pos yang sudah kami buat di sekitar wilayah itu,” ujar Eri Cahyadi, Senin (14/10/2025).
Menurut Eri, keterlibatan masyarakat sangat penting untuk memastikan pengawasan berjalan transparan dan tidak menimbulkan fitnah. Karena itu, Pemkot mengajak tokoh masyarakat serta pihak kepolisian turut serta dalam proses pemantauan lapangan.
“Kami ingin semua pihak tahu kondisi sebenarnya. Apakah memang ada praktik seperti itu atau tidak. Dengan adanya penjagaan dan partisipasi masyarakat, semua bisa terbuka dan jelas,” tegasnya.
Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, Pemkot Surabaya juga akan memanfaatkan rumah-rumah eks lokalisasi yang telah dibeli pemerintah untuk kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
“Rumah-rumah yang sudah kami beli akan dijadikan tempat kegiatan warga, seperti posko Karang Taruna atau aktivitas anak muda. Kalau lingkungannya ramai dengan kegiatan positif, tidak akan ada ruang untuk praktik prostitusi,” jelas Eri.
Eri Cahyadi juga mengimbau warga Surabaya untuk aktif melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan, termasuk praktik prostitusi terselubung di lingkungan mereka.
“Saya minta bantuan seluruh warga Surabaya. Kalau menemukan praktik negatif, segera laporkan. Termasuk tempat-tempat seperti panti pijat yang disalahgunakan. Surabaya ini rumah kita bersama, ayo kita jaga bareng-bareng,” serunya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan menjaga keamanan kota hanya bisa terwujud dengan kebersamaan dan gotong royong masyarakat.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dengan pengawasan bersama, waskat masyarakat akan jauh lebih efektif dalam menjaga Surabaya dari aktivitas negatif,” tutupnya.
Editor : Arif Ardliyanto