get app
inews
Aa Text
Read Next : Puluhan Warga Malang Lapor ke Polda Jatim, Bongkar Dugaan Mafia Tanah Sertifikat Ganda

10 Bulan Tak Bertemu Anak, Silvana Perjuangkan Keadilan Sebagai Seorang Ibu yang Difitnah Eks Suami

Jum'at, 24 Oktober 2025 | 05:41 WIB
header img
Pengacara Silvana, Mohammad Nur Taufik, SH, MH. menunjukkan laporan kliennya pada mantan suami di Polda Jatim. Foto iNewsSurabaya/ist

SURABAYA, iNewsSurabaya.id — Sepuluh bulan sudah Silvana Yana Prasetya menahan rindu pada dua buah hatinya. Dulu, tawa anak-anak selalu mengisi hari-harinya, namun kini yang tersisa hanya sepi dan pesan-pesan yang tak pernah terbaca.

Setiap malam, Silvana berharap bisa sekadar mendengar suara mereka memanggil “Ibu”. Namun, kenyataan berkata lain, sejak Desember 2024, ia kehilangan akses untuk bertemu bahkan menghubungi anak-anaknya.

Rasa rindu itu akhirnya mendorong Silvana menempuh jalur hukum. Ia melaporkan mantan suaminya, Wie Wie Tjia, ke Polda Jawa Timur atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik, sebagaimana diatur dalam Pasal 310 dan 311 KUHP.

“Kami melaporkan mantan suami klien kami, Ibu Silvana,” ujar pengacara Silvana, Mohammad Nur Taufik, SH, MH.

Laporan tersebut teregister dengan Nomor LP/B/1095/VIII/2025/SPKT/POLDA JATIM tertanggal 2 Agustus 2025 dan kini telah dilimpahkan ke Polrestabes Surabaya.

Tuduhan Tak Berdasar yang Hancurkan Nama Baik Seorang Ibu

Silvana mengaku namanya dicemarkan selama proses persidangan perdata di Pengadilan Negeri Surabaya (Nomor 16/Pdt.G/2025/PN.Sby), yang kemudian berlanjut ke tingkat banding (Nomor 726/Pdt/2025/PT.Sby).

Dalam sidang itu, pihak mantan suami menuduhnya menyelewengkan tabungan keluarga dan sering berpesta hingga lalai mengurus anak.

Namun, tuduhan tersebut terbantahkan melalui bukti transaksi dan rekening koran. Uang yang disebut-sebut “disalahgunakan” justru dipakai untuk keperluan pendidikan dan kebutuhan anak-anak.

“Acara yang disebut pesta itu hanyalah kegiatan resmi perusahaan tempat Bu Silvana bekerja. Bahkan, dari acara itulah beliau menerima penghargaan atas prestasi kerjanya,” jelas Taufik.

Konflik semakin pelik ketika anak-anak yang semula tinggal bersama Silvana dibawa oleh sang ayah dengan alasan ingin menjenguk nenek yang sakit. Ia semula tak menaruh curiga, bahkan memberi izin karena ingin anak-anak tetap dekat dengan keluarga ayahnya.

Namun, sejak hari itu, kedua anaknya tak pernah kembali ke rumah.

“Awalnya hanya bilang mau ajak main dan jenguk neneknya. Tapi sampai sekarang, anak-anak tidak dikembalikan. Sudah sepuluh bulan saya tidak bisa bertemu mereka,” tutur Silvana lirih.

Sejak saat itu, nomor telepon dan pesan WhatsApp Silvana diblokir. Setiap kali mencoba mendatangi rumah mantan suami atau sekolah anak-anaknya, ia selalu ditolak dengan alasan anak tidak mau bertemu ibunya.

Kenyataan itu menjadi pukulan berat bagi seorang ibu yang selama ini berjuang membesarkan anak-anaknya sendirian.

Dalam berkas perkara perdata, pihak mantan suami sempat menuduh Silvana “menilep” uang sebesar Rp65,8 juta dari tabungan bersama. Namun, semua tuduhan itu gugur setelah bukti-bukti keuangan menunjukkan dana tersebut digunakan sesuai kesepakatan keluarga.

Tak berhenti di situ, dalam dokumen duplik, Silvana bahkan disebut tidak tahu menyapu dan lebih suka berpesta, tuduhan yang dinilai merendahkan martabat seorang perempuan pekerja keras.

Padahal, aktivitas yang dimaksud adalah acara perusahaan tempat Silvana bekerja dan justru menjadi ajang penghargaan atas pencapaiannya.

“Langkah hukum ini bukan sekadar soal nama baik, tapi juga perjuangan seorang ibu yang ingin kembali memeluk anak-anaknya tanpa halangan,” kata Taufik menegaskan.

Perkara perdata antara keduanya kini telah mencapai tahap kasasi di Mahkamah Agung, setelah Pengadilan Tinggi Surabaya sebelumnya memenangkan pihak Silvana.

Ia berharap, laporan pidana yang tengah berjalan dapat menjadi pertimbangan moral dan hukum bagi majelis hakim dalam memberikan keputusan yang berkeadilan.

“Saya hanya ingin bisa memeluk anak-anak saya lagi. Tidak lebih,” ucap Silvana dengan mata berkaca-kaca.

Di tengah proses panjang yang melelahkan, Silvana tetap berpegang pada harapan. Baginya, cinta seorang ibu tak akan pernah padam bahkan ketika dunia seolah memisahkan jarak antara dirinya dan anak-anak yang sangat ia rindukan.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut