get app
inews
Aa Text
Read Next : PLN Mobile EVenture Kawal Kelancaran Libur Akhir Tahun

Pasar Merosot, Produsen Motor Listrik Optimistis Permintaan Tetap Tumbuh

Jum'at, 09 Januari 2026 | 13:20 WIB
header img
PT Indomobil E-Motor Internasional (IEI) meluncurkan Sprinto untuk pasar Jawa Timur. Foto : Surabaya.iNews.id/Lukman Hakim.

SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Penjualan sepeda motor listrik di Indonesia pada 2025 anjlok hingga 28,6 persen dibanding tahun sebelumnya. Penurunan ini disebut terjadi akibat ketidakjelasan kelanjutan program subsidi motor listrik dari pemerintah.

Data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Sistem Registrasi Uji Tipe (SRUT) mencatat, total penjualan motor listrik sepanjang 2025 hanya mencapai 55.059 unit, merosot tajam dari 2024 yang mencapai 77.078 unit.

Meski pasar sedang lesu, PT Indomobil E-Motor Internasional (IEI) tetap optimistis. Sales Area Manager IEI, Andre Tambajong, mengatakan bahwa situasi pasar memang berdampak signifikan akibat tidak adanya kejelasan subsidi.

“Memang impact-nya sangat besar. Tapi kami percaya, dengan produk yang kami hadirkan dan edukasi ke masyarakat, keunggulan motor listrik terutama dari sisi penghematan bisa sangat bermanfaat bagi pengguna,” ujar Andre, Jumat (9/1/2026).

Andre menjelaskan, meskipun pasar nasional turun, penjualan IEI justru menunjukkan tren meningkat sejak diluncurkan tahun lalu. Masyarakat tidak lagi menunggu subsidi, karena kelihatannya memang tidak ada programnya. 

“Pengguna motor listrik kini mulai merasakan manfaat penghematan biaya harian. Sehingga adopsi terus bertambah,” terangnya. 

Guna mendongkrak penjualan, IEI meluncurkan produk sepeda motor listrik terbarunya, Sprinto di Jawa Timur. Sprinto memiliki daya 3,5 kW dipadukan dengan torsi instan 195 Nm.

Dalam pengujian internal, motor ini diklaim mampu melaju dari 0–50 km/jam dalam waktu 6,4 detik, dengan kecepatan puncak mencapai 90 km/jam.

Untuk kebutuhan jarak tempuh harian, Sprinto menggunakan baterai lithium berkapasitas 2,45 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 110 kilometer dalam kondisi tertentu. “Sprinto kami hadirkan sebagai solusi mobilitas yang efisien untuk penggunaan harian di kota,” ujar Andre.

Dari sisi fitur, Sprinto dibekali sejumlah fitur seperti traction control system, hill start assist, reverse mode, hingga regenerative braking. Panel instrumen digital berbasis layar sentuh juga terintegrasi dengan aplikasi ponsel untuk memantau status kendaraan.

Secara dimensi, Sprinto memiliki panjang 1.980 mm, lebar 745 mm, tinggi 1.115 mm, serta ground clearance 150 mm. Berat kosongnya tercatat 107,5 kg, dengan suspensi depan teleskopik dan suspensi belakang coil spring. Di Surabaya, Sprinto dipasarkan dengan harga Rp27,1 juta on the road. 

 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut