Beasiswa Pemkot Surabaya Selamatkan Mahasiswa Swasta dari Ancaman Drop Out, Ini Faktanya
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Harapan untuk tetap duduk di bangku kuliah kembali menyala bagi mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS) di Surabaya. Program bantuan pendidikan dari Pemerintah Kota Surabaya dinilai benar-benar menyentuh mahasiswa yang selama ini terancam putus kuliah akibat keterbatasan biaya.
Salah satu kampus yang merasakan langsung dampak positif program tersebut adalah STIKES Hang Tuah Surabaya. Bantuan ini menjadi penyelamat bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa melanjutkan pendidikan tanpa dibayangi tunggakan biaya kuliah.
Wakil Ketua III STIKES Hang Tuah Surabaya, Kolonel Laut (K) Rustandi, S.E., M.Kes., mengungkapkan apresiasinya atas perhatian Pemkot Surabaya terhadap mahasiswa PTS. Menurutnya, bantuan pendidikan ini sangat berarti bagi mahasiswa yang memiliki semangat belajar tinggi, namun terkendala kondisi ekonomi keluarga.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan Pemkot Surabaya. Bantuan ini sangat membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa kuliah. Harapannya, program ini sejalan dengan cita-cita Pemkot Surabaya, yakni satu sarjana di setiap keluarga,” ujar Rustandi.
Rustandi mengakui, setiap tahun masih terdapat mahasiswa yang mengalami tunggakan pembayaran SPP maupun biaya pendidikan lainnya. Kondisi tersebut kerap membuat mahasiswa berada di ambang drop out (DO), meski memiliki potensi akademik yang baik.
“Dari tahun ke tahun selalu ada mahasiswa yang menunggak. Ini tentu memprihatinkan, karena mereka punya kemauan kuat untuk belajar, tetapi terhambat persoalan biaya,” katanya.
Ia juga menyoroti porsi bantuan untuk perguruan tinggi swasta yang saat ini masih sekitar 30 persen dari total kuota. Menurutnya, jumlah tersebut belum sebanding dengan kondisi riil di lapangan, mengingat banyak mahasiswa PTS yang membutuhkan uluran tangan pemerintah.
“Kalau melihat kebutuhan di lapangan, bantuan untuk PTS sebetulnya masih kurang. Harapan kami, ke depan alokasinya bisa ditingkatkan agar lebih banyak mahasiswa terbantu,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kepemudaan Disbudporapar Kota Surabaya, Erringgo Perkasa, menjelaskan bahwa STIKES Hang Tuah Surabaya menjadi PTS ke-15 yang dikunjungi Pemkot Surabaya dalam rangka verifikasi dan penyaluran bantuan beasiswa perkuliahan.
“Hari ini kami mengunjungi PTS ke-15. Sambutan dari STIKES Hang Tuah dan Universitas Hang Tuah sangat baik. Mahasiswa di sini memang benar-benar membutuhkan bantuan,” ujar Erringgo.
Ia menambahkan, Pemkot Surabaya saat ini tengah merampungkan regulasi teknis melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) agar program beasiswa tersebut bisa segera disosialisasikan dan direalisasikan secara menyeluruh.
“Insya Allah regulasinya segera selesai. Setelah itu akan kami sosialisasikan ke perguruan tinggi negeri maupun swasta di Surabaya,” jelasnya.
Erringgo menyebutkan, dari total 27 PTS di Surabaya, masih ada 12 kampus yang akan segera dikunjungi. Ia menegaskan, kebijakan ini merupakan bentuk keadilan dalam akses pendidikan, mengingat mahasiswa PTN telah lebih dahulu menerima bantuan sejak 2022.
“Mahasiswa PTN sudah menerima bantuan sejak empat tahun lalu dan kini banyak yang berada di semester akhir. Sekarang saatnya mahasiswa PTS juga mendapatkan kesempatan yang sama,” pungkasnya.
Editor : Arif Ardliyanto