Kolaborasi UWP dan Pemkot Surabaya, Wadahi Mahasiswa Kurang Mampu Agar Tetap Bisa Kuliah
Lebih dari itu, produk-produk UMKM lokal akan diberi ruang untuk dipasarkan di lingkungan kampus UWP, baik melalui bazar kampus maupun platform digital internal, membuka peluang pasar baru bagi pelaku usaha kecil.
Perhatian juga diberikan kepada generasi muda. UWP menawarkan program pelatihan soft skill, kewirausahaan, dan teknologi bagi anggota Karang Taruna Babat Jerawat. Mereka juga didorong terlibat aktif dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan mahasiswa dan dosen UWP.
Rektor UWP, Dr. Budi Endarto, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa kampus harus hadir sebagai bagian dari solusi sosial, bukan sekadar lembaga akademik.
“Kampus tidak hanya bertugas mencetak sarjana, tetapi harus menjadi bagian dari solusi nyata bagi masyarakat di sekitarnya. Sinergi ini sejalan dengan visi UWP menjadi universitas terkemuka dalam pengembangan sociopreneurship berbasis riset tahun 2030,” tegasnya.
Kolaborasi ini diharapkan melahirkan kemitraan jangka panjang antara UWP dan Kelurahan Babat Jerawat. Dampaknya bukan hanya dirasakan oleh mahasiswa, tetapi juga pelaku UMKM, pemuda, dan masyarakat secara luas.
Di tengah tantangan ekonomi dan sosial, langkah UWP ini menjadi simbol harapan: bahwa pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan pembangunan karakter generasi muda bisa berjalan beriringan—menciptakan masa depan yang lebih adil dan berkelanjutan bagi warga Surabaya.
Editor : Arif Ardliyanto