Kolaborasi UWP dan Pemkot Surabaya, Wadahi Mahasiswa Kurang Mampu Agar Tetap Bisa Kuliah
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Di balik hiruk-pikuk pembangunan Kota Surabaya, Universitas Wijaya Putra (UWP) mengambil langkah nyata yang menyentuh langsung akar persoalan sosial: membuka akses pendidikan bagi anak-anak kurang mampu di lingkungan sekitar kampus. Bukan sekadar wacana, UWP turun langsung ke wilayah Kelurahan Babat Jerawat, Kecamatan Pakal, untuk mencari, mendata, dan memastikan generasi muda berpotensi tidak kehilangan masa depan hanya karena keterbatasan ekonomi.
Langkah konkret itu diwujudkan melalui koordinasi resmi dengan Lurah Babat Jerawat, Bagus Supriyadi, S.STP, S.H., M.H. Pertemuan tersebut memuat tiga agenda strategis, yakni sosialisasi bantuan biaya pendidikan dari Pemkot Surabaya bagi mahasiswa UWP, penguatan pemberdayaan UMKM warga, serta pengembangan potensi pemuda Karang Taruna Babat Jerawat.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi. Lurah Bagus Supriyadi menyampaikan apresiasi atas peran aktif UWP dalam membangun masa depan generasi muda di wilayahnya.
“Kami ingin memastikan seluruh program bantuan Pemkot Surabaya, khususnya di bidang pendidikan, benar-benar bisa diakses oleh warga, termasuk mahasiswa UWP yang berdomisili di Kecamatan Pakal,” ujar Bagus Supriyadi.
Tak hanya itu, pihak kelurahan juga membuka ruang konsultasi langsung bagi mahasiswa UWP asal Babat Jerawat yang mengalami kendala dalam mengakses berbagai bantuan pendidikan, mulai dari beasiswa, bantuan UKT, hingga Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. UWP pun berkomitmen melakukan pendataan dan pendampingan agar mahasiswa yang berhak benar-benar mendapatkan akses bantuan tersebut.
Namun misi UWP tidak berhenti di sektor pendidikan. Kampus ini juga mendorong penguatan ekonomi warga melalui kolaborasi pemberdayaan UMKM. Rencananya, UMKM binaan Kelurahan Babat Jerawat akan mendapatkan pendampingan teknis mulai dari pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal, pelatihan kemasan produk, digital marketing, hingga manajemen keuangan sederhana.
Lebih dari itu, produk-produk UMKM lokal akan diberi ruang untuk dipasarkan di lingkungan kampus UWP, baik melalui bazar kampus maupun platform digital internal, membuka peluang pasar baru bagi pelaku usaha kecil.
Perhatian juga diberikan kepada generasi muda. UWP menawarkan program pelatihan soft skill, kewirausahaan, dan teknologi bagi anggota Karang Taruna Babat Jerawat. Mereka juga didorong terlibat aktif dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan mahasiswa dan dosen UWP.
Rektor UWP, Dr. Budi Endarto, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa kampus harus hadir sebagai bagian dari solusi sosial, bukan sekadar lembaga akademik.
“Kampus tidak hanya bertugas mencetak sarjana, tetapi harus menjadi bagian dari solusi nyata bagi masyarakat di sekitarnya. Sinergi ini sejalan dengan visi UWP menjadi universitas terkemuka dalam pengembangan sociopreneurship berbasis riset tahun 2030,” tegasnya.
Kolaborasi ini diharapkan melahirkan kemitraan jangka panjang antara UWP dan Kelurahan Babat Jerawat. Dampaknya bukan hanya dirasakan oleh mahasiswa, tetapi juga pelaku UMKM, pemuda, dan masyarakat secara luas.
Di tengah tantangan ekonomi dan sosial, langkah UWP ini menjadi simbol harapan: bahwa pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan pembangunan karakter generasi muda bisa berjalan beriringan—menciptakan masa depan yang lebih adil dan berkelanjutan bagi warga Surabaya.
Editor : Arif Ardliyanto