Emas Melejit Tanpa Rem, Harga Pegadaian Cetak Rekor Baru di Januari 2026
Ia menjelaskan, kombinasi konflik geopolitik yang berlarut-larut, perlambatan ekonomi di negara-negara besar, serta tekanan inflasi global menjadi faktor utama yang menopang reli harga emas. Dalam situasi penuh ketidakpastian, emas dipandang mampu menjaga nilai kekayaan dari guncangan ekonomi.
Optimisme terhadap pergerakan harga emas juga datang dari lembaga keuangan internasional. Goldman Sachs, salah satu bank investasi terbesar dunia, bahkan merevisi proyeksi harga emas ke level yang lebih tinggi. Menurut Zulfikri, langkah tersebut memiliki landasan fundamental yang kuat.
“Salah satunya terkait ekspektasi kebijakan moneter global. Jika bank sentral Amerika Serikat atau The Fed mulai melonggarkan kebijakan dan menurunkan suku bunga, emas akan semakin menarik karena biaya peluang memegang aset ini menjadi lebih rendah,” jelasnya.
Tak hanya itu, tren bank sentral di berbagai negara yang terus menambah cadangan emas juga dinilai menjadi katalis penting. Langkah diversifikasi cadangan devisa agar tidak terlalu bergantung pada dolar AS mendorong pembelian emas dalam jumlah besar secara berkelanjutan.
“Ini bukan strategi jangka pendek, tapi langkah jangka panjang untuk menjaga stabilitas ekonomi. Selama tren ini berlanjut, harga emas berpotensi tetap kuat,” tambah Zulfikri.
Dampak kenaikan harga emas global pun terasa hingga ke dalam negeri. Di tengah dinamika ekonomi yang cepat berubah, minat masyarakat Indonesia terhadap investasi emas justru semakin menguat. PT Pegadaian mencatat antusiasme masyarakat masih tinggi, menunjukkan bahwa emas tetap menjadi pilihan favorit sebagai instrumen investasi yang dianggap aman dan bernilai di masa depan.
Editor : Arif Ardliyanto