Antisipasi Kecelakaan Kerja, Pekerja Pelindo Terminal Petikemas Diajarkan Cara Khusus
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Di balik sibuknya aktivitas bongkar muat di kawasan pelabuhan, risiko kecelakaan kerja selalu mengintai. Dalam hitungan detik, insiden bisa terjadi dan mengancam keselamatan pekerja. Kesadaran inilah yang mendorong Pelindo Terminal Petikemas memperkuat kesiapsiagaan sumber daya manusianya melalui Pelatihan Basic Life Support (BLS).
Pelatihan tersebut digelar Direktorat Operasi Pelindo Terminal Petikemas di Ruang Toba, Gedung Customer Service (Gedung Lama) Lantai 2, Terminal Petikemas Surabaya, Kamis (29/1). Sebanyak 30 peserta dari berbagai unit kerja di wilayah Surabaya mengikuti kegiatan ini, mulai dari PT Pelindo Terminal Petikemas, Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Terminal Teluk Lamong (TTL), hingga unit kerja lainnya.
Para peserta bukan sekadar pekerja administratif. Mereka adalah garda terdepan di lapangan, mulai dari personel Health, Safety, Security and Environment (HSSE) hingga petugas operasional yang sehari-hari bersentuhan langsung dengan dinamika kerja berisiko tinggi. Dalam situasi darurat, kecepatan dan ketepatan pertolongan pertama bisa menjadi penentu antara hidup dan mati.
Pelatihan Basic Life Support menjadi bekal penting bagi pekerja kepelabuhanan. Materi yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis, seperti penanganan henti napas, henti jantung, hingga penggunaan peralatan keselamatan dasar yang wajib dikuasai di lingkungan kerja.
Plh. Sekretaris Perusahaan TPS, Pragola Jiwa Suryanto, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam membangun budaya keselamatan kerja. Menurutnya, industri kepelabuhanan memiliki tingkat risiko yang tinggi sehingga setiap insan perusahaan perlu memiliki kemampuan dasar pertolongan pertama.
“Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk memberikan pertolongan pertama yang efektif dan tepat. Kami berharap, ilmu yang diperoleh tidak hanya dipahami, tetapi juga mampu diaplikasikan secara cepat di lapangan ketika kondisi darurat terjadi,” ujar Pragola.
Editor : Arif Ardliyanto