Polemik Beasiswa PTS Surabaya Memanas, Mahasiswa Unesa Ini Bongkar Fakta yang Jarang Terungkap
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Isu pemangkasan beasiswa mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Surabaya mendadak bikin gaduh. Media sosial ramai, mahasiswa resah, bahkan muncul anggapan akses pendidikan kian dipersempit. Namun benarkah Beasiswa Pemuda Tangguh benar-benar dipangkas?
Fakta di lapangan justru berkata sebaliknya. Mahasiswa S2 Manajemen SDM Universitas Negeri Surabaya, Rizky Andra atau Cak Andra, membongkar narasi yang menurutnya sengaja dipelintir. Ia menyebut polemik ini digoreng hingga memicu kepanikan, padahal substansi kebijakan tidak seperti yang dituduhkan.
“Isunya seolah-olah beasiswa dipotong. Padahal ini bukan pemangkasan, tapi penataan agar bantuan benar-benar sampai ke mahasiswa yang membutuhkan,” kata Cak Andra dengan nada tegas.
Menurutnya, kebijakan ini justru menjadi langkah berani Wali Kota Surabaya untuk memastikan keadilan. Mahasiswa dari keluarga kurang mampu dipastikan tetap mendapatkan pembiayaan penuh, termasuk Uang Kuliah Tunggal (UKT).
“Kalau benar-benar tidak mampu, tidak perlu takut. Pendidikan tetap gratis. Tapi kalau secara ekonomi mampu, sudah sewajarnya ikut bertanggung jawab,” ujarnya.
Sebagai Cak Surabaya 2019 dan Founder Generasi Arek Suroboyo, Cak Andra menilai penataan ulang beasiswa ini menjadi momentum penting membongkar praktik yang selama ini tak tersentuh. Ia mengingatkan, tanpa perbaikan sistem, potensi salah sasaran akan terus berulang.
“Beasiswa itu bukan hak semua orang, tapi hak mereka yang berprestasi dan kurang mampu. Kalau tidak dibenahi, ketimpangan akan terus terjadi,” tegasnya.
Editor : Arif Ardliyanto