Sektor Formal Menyusut, Lulusan SD Dominasi Pasar Kerja di Jatim
SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Struktur pendidikan tenaga kerja di Jawa Timur (Jatim) masih didominasi lulusan pendidikan dasar. Kondisi ini menjadi catatan tersendiri terhadap kualitas dan produktivitas tenaga kerja di tengah tuntutan peningkatan daya saing ekonomi.
Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jatim, Ir. Herum Fajarwati, menyampaikan bahwa pada November 2025, sebanyak 39,66 persen penduduk bekerja memiliki pendidikan tertinggi SD ke bawah, mencakup tidak/belum pernah sekolah hingga tamat SD.
Sementara itu, tenaga kerja berpendidikan tinggi, yakni lulusan Diploma I/II/III hingga Diploma IV, S1, S2, dan S3, tercatat sebesar 9,94 persen. “Meski menunjukkan tren peningkatan dibanding periode sebelumnya, proporsinya masih relatif kecil dibandingkan total tenaga kerja,” ujarnya, Minggu (8/2/2026).
Distribusi tenaga kerja berdasarkan tingkat pendidikan juga belum mengalami perubahan signifikan. Dibandingkan Agustus 2025, proporsi penduduk bekerja berpendidikan SD ke bawah meningkat 0,25 persen poin.
Kenaikan juga terjadi pada lulusan SMP sebesar 0,43 persen poin dan SMA sebesar 0,13 persen poin. Sebaliknya, tenaga kerja dengan pendidikan lebih tinggi, termasuk lulusan SMK hingga perguruan tinggi, justru mengalami penurunan, dengan penurunan terbesar pada kelompok Diploma IV hingga S3.
Dari sisi status pekerjaan, mayoritas penduduk bekerja di Jatim berstatus buruh/karyawan/pegawai sebesar 34,69 persen. Sementara itu, proporsi terkecil terdapat pada kelompok berusaha dibantu pekerja tetap dan dibayar sebesar 3,49 persen.
Editor : Arif Ardliyanto