Penantian 5 Tahun Akhirnya Hamil, Begini Kisah Program Bayi Tabung Dosen Asal Lampung di Surabaya
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Harapan memiliki buah hati kini tak lagi menjadi mimpi mahal. Program bayi tabung yang selama ini identik dengan biaya tinggi mulai terbuka bagi masyarakat kelas menengah ke bawah, termasuk prajurit TNI AL dan kalangan pendidik. Terobosan ini dihadirkan RSPAL dr Ramelan Surabaya melalui pengembangan layanan fertilitas berbiaya lebih terjangkau.
Kebijakan tersebut diumumkan bertepatan dengan satu tahun beroperasinya Klinik Infertilitas Asha IVF Jaladri di lingkungan RSPAL dr Ramelan. Rumah sakit milik TNI AL ini berupaya menghadirkan akses layanan reproduksi yang lebih inklusif, tanpa mengurangi kualitas dan standar medis.
Kepala RSPAL dr Ramelan Surabaya, Laksamana Pertama TNI dr Imam Hidayat SpS FINA, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kesejahteraan keluarga prajurit dan guru yang memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa.
“Program bayi tabung kami rancang agar lebih terjangkau. Bahkan disediakan skema cicilan dengan bunga nol persen, sehingga pasangan tidak perlu menunda program kehamilan hanya karena kendala biaya,” ujar dr Imam.
Dalam skema terbaru, biaya program bayi tabung untuk pasien umum dimulai dari Rp83 juta. Sementara itu, anggota TNI AL dan guru memperoleh tarif khusus sebesar Rp62 juta. Klinik juga membuka opsi pembayaran bertahap sesuai ketentuan yang berlaku untuk meringankan beban finansial pasien.
Minat masyarakat terhadap layanan ini terbilang tinggi. Sepanjang satu tahun pertama operasional, Klinik Asha IVF Jaladri mencatat lebih dari 500 pasangan menjalani konsultasi fertilitas. Dari jumlah tersebut, sekitar 160 pasangan memutuskan mengikuti program fertilisasi untuk mewujudkan kehamilan.
Editor : Arif Ardliyanto