Penantian 5 Tahun Akhirnya Hamil, Begini Kisah Program Bayi Tabung Dosen Asal Lampung di Surabaya
Direktur Utama Asha IVF Indonesia, dr Amang Surya Priyanto SpOG FMAS, mengingatkan bahwa waktu menjadi faktor penting dalam keberhasilan program bayi tabung. Menurutnya, kualitas cadangan sel telur perempuan akan menurun signifikan setelah usia 35 tahun.
“Usia sangat menentukan. Karena itu kami mendorong pasangan untuk tidak menunda terlalu lama. Skema cicilan disiapkan agar program bisa segera dimulai sebelum melewati usia reproduksi optimal,” jelas dr Amang.
Keberhasilan program ini dirasakan langsung oleh Ari Rohmawati (39) dan Rudi Hermanto (39), pasangan dosen asal Pringsewu, Lampung. Setelah menanti kehadiran anak selama lima tahun dan sempat menunda program karena studi doktoral, Ari kini tengah mengandung enam bulan berkat program IVF yang dijalaninya di Surabaya.
Klinik Asha IVF Jaladri sendiri merupakan hasil kolaborasi antara RSPAL dr Ramelan Surabaya dan jaringan Asha IVF Indonesia. Fasilitas ini dilengkapi laboratorium embriologi modern serta didukung tim dokter spesialis obstetri dan ginekologi berpengalaman. Layanan yang tersedia mencakup konsultasi infertilitas, inseminasi buatan, hingga teknik bayi tabung lanjutan.
Pihak klinik juga mengimbau pasangan suami istri yang telah menikah lebih dari satu tahun namun belum dikaruniai anak untuk segera menjalani pemeriksaan fertilitas secara bersama. Deteksi dini dinilai penting agar peluang keberhasilan program kehamilan tetap tinggi dan sesuai dengan usia reproduksi yang sehat.
Editor : Arif Ardliyanto