Dari Lapangan Limbe, SSB di Pasuruan Ini Siapkan Pemain Muda Masa Depan dengan Karakter Kuat
Asisten pelatih Diklat Anfa, Saiful, menjelaskan bahwa setiap tahapan latihan disusun secara terukur dan konsisten.
“Anak-anak tidak langsung dituntut sempurna. Kami latih bertahap, dari teknik dasar, pemahaman bermain, sampai pembentukan mental dan psikis. Harapannya, mereka siap ketika masuk ke sistem sepak bola yang lebih profesional,” jelasnya.
Keseriusan pembinaan tersebut juga mendapat respons positif dari para orang tua. Salah satunya Suwanto, wali murid Diklat Anfa, yang melihat adanya arah dan tujuan jelas dalam program latihan.
“Kami percaya Diklat Anfa bukan sekadar tempat latihan, tapi organisasi pembinaan. Program privat berbasis GAG dan tahapan P1 sampai P4 itu jelas arahnya, menuju Golden Ex Training dan Golden Ex Player,” katanya.
Dari sudut pandang pemain, manfaat pembinaan juga terasa nyata. Farel Simbon Adi, salah satu pemain Diklat Anfa, mengaku mendapatkan lebih dari sekadar latihan teknik.
“Di sini saya diajari disiplin, mental, dan cara menghadapi tekanan. Jadi bukan cuma jago main bola, tapi juga siap menghadapi masa depan,” tutur Farel dengan penuh semangat.
Dengan sistem pembinaan yang jelas, dukungan penuh orang tua, serta komitmen pelatih yang konsisten, Diklat Anfa Pasuruan terus mengukuhkan diri sebagai salah satu pusat pembinaan sepak bola usia dini yang serius di Pasuruan. Dari lapangan sederhana itulah, mimpi besar anak-anak perlahan dibentuk—satu sentuhan bola, satu karakter, dan satu masa depan yang lebih terarah
Editor : Arif Ardliyanto