Tak Sekadar Teori, Program Literasi Keuangan Ini Libatkan Orang Tua dan Sekolah
Upaya ini menjadi semakin krusial jika melihat kondisi literasi keuangan nasional. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat indeks literasi keuangan pelajar dan mahasiswa masih berada di angka 56,42 persen. Padahal, generasi muda tumbuh di tengah ekosistem keuangan digital yang semakin kompleks, mulai dari dompet digital hingga berbagai layanan keuangan berbasis aplikasi.
Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia, Utami Anita Herawati, menambahkan bahwa peran guru juga diperkuat melalui program ini.
“JA SparktheDream dirancang sebagai proses penguatan jangka panjang. Guru dibekali metodologi dan materi yang bisa dikembangkan menjadi bagian dari kurikulum literasi keuangan sekolah. Kehadiran sukarelawan FWD Insurance turut memperkaya pembelajaran dengan contoh nyata, sehingga siswa memperoleh gambaran utuh antara teori dan praktik,” jelasnya.
Pelaksanaan tahun keempat JA SparktheDream diawali dengan seminar literasi keuangan bertajuk “Kelola Uang Hari Ini, Aman Esok Hari” yang digelar di SMP Al-Jannah, Depok. Seminar ini menyasar siswa dan orang tua, untuk menegaskan peran keluarga sebagai pendamping utama anak dalam membangun kebiasaan finansial sehat.
Narasumber seminar, Dewi R.D. Amelia, CFP, menekankan bahwa pengelolaan keuangan tidak selalu bergantung pada besar kecilnya penghasilan.
“Mengelola uang dimulai dari hal sederhana, seperti memahami pengeluaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyiapkan perlindungan keuangan. Keputusan kecil hari ini—menabung, menentukan prioritas, merencanakan tujuan—akan sangat menentukan rasa aman di masa depan,” tuturnya.
Dengan menghadirkan pembelajaran yang hidup di rumah dan sekolah, JA SparktheDream menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan FWD Insurance dan PJI dalam memperkuat fondasi literasi keuangan anak Indonesia. Harapannya, generasi muda tumbuh tidak hanya melek finansial, tetapi juga siap menghadapi tantangan ekonomi masa depan dengan lebih percaya diri dan bijak.
Editor : Arif Ardliyanto