Ekspor Bunga dan Ikan Hias Surabaya Tembus Pasar Thailand dan Singapura, Produk Halal Makin Dicari
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Peluang ekspor produk Indonesia kembali menunjukkan geliat positif. Dari ikan hias hingga bunga segar, komoditas lokal kini semakin diminati pasar luar negeri, khususnya negara-negara Asia Tenggara seperti Singapura dan Thailand.
Di balik peluang itu, ada optimisme yang terus tumbuh di kalangan pelaku usaha Jawa Timur. Wakil Ketua Umum KADIN Kota Surabaya, Medy Prakoso, mengungkapkan bahwa potensi ekspor Indonesia sebenarnya sangat besar, hanya perlu keberanian dan strategi yang tepat untuk menembus pasar global.
“Saya memulai dari ekspor ikan hias. Seiring waktu, pasarnya berkembang. Sekarang bunga juga sangat potensial, terutama ke Singapura dan Thailand. Di sana, bunga menjadi bagian penting dalam aktivitas ibadah masyarakat. Itu peluang yang besar sekali,” ujar Medy saat sosialisasi Mega Halal Expo Bangkok 2026 di Hall Lantai 3 Graha KADIN Surabaya.

Menurut Medy, banyak pelaku usaha belum menyadari bahwa komoditas sederhana dari tanah air memiliki nilai jual tinggi di luar negeri. Permintaan bunga segar untuk kebutuhan ritual dan keagamaan di Thailand misalnya, terus meningkat setiap tahun. Begitu pula ikan hias tropis Indonesia yang dikenal memiliki kualitas unggul dan warna eksotis.
Potensi ini menjadi alasan kuat KADIN Kota Surabaya menggandeng Comasia Limited untuk membuka akses pasar lebih luas melalui ajang Mega Halal Expo Bangkok 2026.
Sosialisasi pameran internasional tersebut dihadiri lebih dari 100 eksportir anggota KADIN. Turut hadir perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur serta Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jatim.
Acara dikemas dalam format diskusi interaktif yang menghadirkan pembicara lintas negara. Di antaranya Dato Mohamad Shukri Abdullah, Founder Mihas Expo dan pemilik Shapers Sdn. Bhd, yang memaparkan strategi menembus pasar halal ASEAN. Hadir pula Peter Cheung, Direktur Comasia Ltd, serta Agi Widiawan sebagai perwakilan Comasia di Indonesia.
Dalam forum tersebut, para pelaku usaha aktif menggali informasi seputar standar sertifikasi halal internasional, skema kemitraan, hingga peluang pertemuan langsung dengan calon pembeli (buyer meeting) di Bangkok.
Medy menegaskan bahwa Thailand bukan sekadar negara tujuan ekspor biasa. Posisi strategisnya di Asia Tenggara menjadikan negara tersebut sebagai pintu masuk menuju pasar halal global.
“Thailand bukan hanya destinasi, tetapi gerbang. Melalui Mega Halal Expo Bangkok, produk unggulan Surabaya bisa berdampingan dengan brand internasional. Ini momentum yang harus dimanfaatkan,” tegasnya.
Mega Halal Expo Bangkok 2026 direncanakan menjadi salah satu pameran halal terbesar di kawasan Asia Tenggara. KADIN Kota Surabaya memastikan akan memberikan pendampingan menyeluruh kepada pelaku usaha, mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan pameran.
Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Surabaya tidak ingin sekadar menjadi penonton di pasar global. Dengan komoditas lokal yang kompetitif dan dukungan jejaring internasional, peluang ekspor produk halal dan komoditas unggulan Jawa Timur diproyeksikan semakin terbuka lebar.
Di tengah tantangan ekonomi global, kisah para pelaku usaha yang berani melangkah ke pasar luar negeri menjadi bukti bahwa potensi Indonesia bukan sekadar wacana—melainkan peluang nyata yang menunggu untuk digarap serius.
Editor : Arif Ardliyanto