Wagub Emil Soroti Stabilitas Sistem Listrik di Jatim
SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim), Emil Elestianto Dardak, memastikan pasokan listrik di wilayah Jatim dalam kondisi aman dan mencukupi guna menyambut kebutuhan masyarakat selama bulan suci Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kepastian tersebut disampaikan Emil saat meninjau kesiapan infrastruktur di PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) serta Unit Pelaksana Pengatur Beban Jatim di Sidoarjo.
Berdasarkan data PLN, sistem kelistrikan di Jatim saat ini memiliki ketahanan yang solid. Pada subsistem Krian-Gresik, beban puncak tercatat sebesar 2.036 MW, sementara Daya Mampu Netto (DMN) mencapai 2.638 MW atau cadangan sekitar 22% (602 MW).
"Secara kapasitas daya, Jatim dalam kondisi aman dan sangat mencukupi untuk kebutuhan Ramadhan hingga Idul Fitri,” kata Emil, Sabtu (21/2/2026)
Meski cadangan daya mencukupi, Emil menilai penguatan jaringan tetap diperlukan, terutama pada sejumlah titik transmisi yang tingkat bebannya sudah tinggi. Langkah ini penting untuk memastikan distribusi listrik tetap andal di seluruh wilayah.
Ia menambahkan, aspek lain yang tidak kalah krusial adalah menjaga stabilitas dan keseimbangan sistem kelistrikan. Mengingat, beban listrik saat Ramadhan dan Idul Fitri dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren penurunan hingga sekitar 30% dibandingkan hari normal.
"Listrik itu harus selalu seimbang. Ketika beban turun drastis dan tidak dilakukan penyesuaian, tegangan bisa meningkat dan itu berbahaya bagi sistem. Karena itu pengendalian harus dilakukan secara real time,” ujarnya.
"Bukan hanya soal cukup atau tidaknya daya. Konfigurasi jaringan juga harus kuat. Kalau ada gangguan di satu titik dan jalurnya sudah padat, dampaknya bisa meluas,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Emil juga menyambut baik rencana pembangunan Gardu Induk Tegangan Tinggi (GITET) di Waru untuk memperkuat sistem di kawasan metropolitan Gerbangkertosusila yang selama ini bertumpu pada Krian dan Gresik.
Selain itu, ia mendorong optimalisasi jaringan melalui metode uprating agar tidak perlu membuka jalur baru di kawasan padat penduduk. "Dengan beban sebesar ini, tidak cukup hanya mengandalkan dua titik. Pengembangan di Waru ini sifatnya krusial untuk mencegah risiko yang lebih besar,” ujarnya.
Editor : Arif Ardliyanto