Longsor Mojokerto Parah, Akses Wisata Pacet Terancam Putus
Tidak Ada Korban Jiwa, Kerugian Diperkirakan Besar
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa longsor Mojokerto ini. Namun, kerugian materiel diperkirakan cukup besar, mengingat kerusakan infrastruktur jalan yang menjadi akses vital menuju destinasi wisata unggulan di Pacet.
Bagi warga setempat, jalan tersebut bukan sekadar jalur wisata, melainkan urat nadi aktivitas ekonomi. Setiap akhir pekan, kawasan ini dipadati pengunjung yang datang untuk menikmati pemandian air panas dan udara sejuk pegunungan.
Menyikapi situasi darurat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan warga langsung bergerak ke lokasi. Petugas melakukan asesmen serta langkah penanganan darurat guna mencegah longsor susulan.
Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga mengimbau para pengendara yang melintasi Jalan Raya Padusan agar meningkatkan kewaspadaan. Kondisi jalan yang menyempit dan struktur tanah yang masih labil berpotensi membahayakan jika hujan deras kembali turun.
“Kami mengingatkan warga untuk selalu waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama saat hujan deras berlangsung lama,” tegas Khakim.
Memasuki musim penghujan, wilayah perbukitan seperti Pacet memang rawan longsor. Intensitas hujan tinggi dalam durasi lama membuat tanah jenuh air dan mudah bergerak, terlebih jika berada di dekat aliran sungai yang debitnya meningkat drastis.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan harus selalu diutamakan, terutama bagi masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di daerah rawan longsor Mojokerto.
Untuk sementara, pengguna jalan diimbau memperlambat laju kendaraan, menjaga jarak aman, dan menghindari melintas saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Editor : Arif Ardliyanto