get app
inews
Aa Text
Read Next : Perusahaan Pupuk Ini Bidik Pertumbuhan Pendapatan 20 Persen pada 2026

Menu MBG Singkong Rebus Dicocol Sambal Tempe, Sekolah di Jombang Ramai-Ramai Protes SPPG

Rabu, 25 Februari 2026 | 15:05 WIB
header img
Tangkapan layar menu Makan Bergizi Gratis berupa singkong rebus yangvditerima suswa SD di Jombang. (Foto: iNews)

JOMBANG, iNewsSurabaya.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi penopang nutrisi siswa justru memicu polemik di Kabupaten Jombang. Ratusan siswa di puluhan sekolah dasar wilayah Kecamatan Jogoroto dilaporkan menerima menu yang dianggap jauh dari standar layak, yakni hanya berupa singkong rebus dan sambal goreng tempe

Kecewa dengan kualitas makanan yang diberikan, pihak sekolah bersama orang tua siswa melayangkan protes keras. Puncaknya, ratusan paket makanan tersebut dikembalikan kepada pihak penyedia karena dinilai tidak memenuhi kriteria gizi maupun nilai ekonomi yang wajar.

Menu Seharga Rp3.000

Di SD Negeri Jogoroto 1, paket MBG yang tiba hanya berisi singkong rebus, sedikit sambal tempe, dan satu buah jeruk berukuran kecil. Para guru menaksir nilai paket tersebut hanya berkisar Rp3.000, nominal yang sangat jaug di bawah anggaran standar program tersebut.

Demi menjaga keamanan konsumsi siswa dan menghindari amarah orang tua, pihak sekolah memutuskan untuk tidak membagikan paket tersebut. Kepala SDN Jogoroto 1, Nur Fauziyah, mengungkapkan bahwa pengiriman menu yang tidak wajar ini ternyata bukan yang pertama kalinya.

"Menu dan nominal yang tidak wajar ini sebenarnya sudah terjadi sejak awal puasa," ujar Nur Fauziyah dengan nada prihatin, Rabu (25/2/2026).

Permohonan Maaf dan Janji Ganti Rugi

Merespons gelombang protes tersebut, Kepala SPPG Jogoroto, Suprayogi, akhirnya angkat bicara. Ia mengakui bahwa menu yang dikirimkan memang berupa singkong rebus dan porsinya terlalu kecil. Suprayogi berdalih hal tersebut terjadi karena adanya kendala teknis di lapangan.

"Kami memohon maaf atas porsi yang kecil dan nilai makanan yang terlalu murah. Ini murni kesalahan teknis, dan kami berjanji akan mengganti rugi dengan memberikan menu tambahan pada hari berikutnya," jelas Suprayogi sebagai bentuk pertanggungjawaban.

Kini, para orang tua dan pihak sekolah mendesak pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan terhadap pihak penyedia jasa makanan. Mereka berharap kejadian serupa tidak terulang kembali, mengingat tujuan utama program MBG adalah untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan kecerdasan generasi masa depan, bukan sekadar formalitas pengadaan makanan murah.

Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut