get app
inews
Aa Text
Read Next : SD Manyar Sabrangan II dan SMP Petra 1 Juarai Turnamen Esports Pelajar di Surabaya

Fokus di Malang-Batu, Kompetensi 150 Siswa SMK dan SMA Double Track Ditingkatkan Jadi Profesional

Senin, 02 Maret 2026 | 15:25 WIB
header img
Selama enam hari, 150 siswa SMK dan SMA Double Track mengikuti pelatihan MTU Dinas Pendidikan Jatim dengan materi otomotif, videografi, hingga PLC berbasis standar industri. Foto dok Dindik Jatim

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Suasana bengkel dan ruang praktik di sejumlah sekolah di Malang Raya tampak lebih hidup dari biasanya. Sejak pagi hingga sore, ratusan siswa serius memegang alat ukur, membongkar mesin, mengatur pencahayaan kamera, hingga memprogram panel kontrol industri. Mereka bukan sedang ujian, melainkan mengikuti pelatihan vokasi lewat program Mobile Training Unit (MTU) yang digelar Dinas Pendidikan Jawa Timur melalui UPT Pengembangan Teknis dan Keterampilan Kejuruan.

Selama enam hari, 2–7 Maret 2026, sebanyak 150 siswa SMK dan SMA Double Track di Kota Malang dan Kota Batu mendapatkan pengalaman belajar berbasis praktik nyata. Program ini dipusatkan di SMKN 10 Malang, SMKN 6 Malang, SMKN 9 Malang, SMKN 7 Malang, dan SMKN 11 Malang.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan tahun ini MTU difokuskan di satu wilayah agar hasilnya lebih maksimal.

“Kalau dulu tersebar di beberapa daerah, sekarang kita pusatkan di satu kawasan supaya dampaknya lebih terasa, baik untuk sekolah maupun masyarakat sekitar. Variasi kompetensinya juga lebih banyak,” ujarnya, Senin (2/3).

Lima kompetensi keahlian yang diberikan meliputi Teknik Sepeda Motor (TSM), Teknik Pendingin dan Tata Udara (TPTU), Videografi, Fotografi, serta Programmable Logic Controller (PLC). Setiap bidang diikuti sekitar 30 siswa, bahkan dalam satu kelas bisa berasal dari hingga empat sekolah berbeda.

Bagi sebagian siswa, ini menjadi pengalaman pertama memegang peralatan praktik berstandar industri yang selama ini hanya mereka lihat di buku atau video pembelajaran.

Instruktur praktisi Teknik Sepeda Motor (TSM), Widianto, menuturkan materi yang diberikan masih pada level dasar, tetapi dirancang sesuai standar terkini di dunia industri.

“Mulai dari pengenalan mesin, sistem kelistrikan, rangka, sampai penggunaan alat ukur yang biasa dipakai di bengkel. Targetnya siswa mampu melakukan servis ringan secara mandiri,” jelasnya.

Pelatihan berlangsung pukul 08.00 hingga 16.00 WIB dengan kombinasi teori dan praktik. Peralatan yang digunakan merupakan kolaborasi antara fasilitas sekolah dan unit MTU yang dibawa langsung ke lokasi.

Menurut Aries, pelatihan ini tidak ingin hanya menjadi agenda simbolis. Karena itu, setiap peserta menjalani pretest sebelum pelatihan dan post test setelahnya.

“Kita ingin ada data evaluasi yang jelas. Dari 30 siswa per kompetensi, kita bisa lihat perkembangan teori dan praktiknya. Ada pengukuran sebelum dan sesudah pelatihan,” tegasnya.

Langkah ini penting agar program benar-benar memberi hasil linier dan terukur, bukan sekadar menghadirkan instruktur dan peralatan tanpa dampak nyata.

Ke depan, MTU juga akan diperluas untuk menjangkau lebih banyak SMA Double Track yang belum memiliki fasilitas praktik standar. Beberapa sekolah, diakui masih kekurangan laboratorium maupun peralatan otomotif, tata boga, hingga video-fotografi.

Aries bahkan berharap kompetensi tata boga bisa segera digulirkan dalam program MTU berikutnya. Pasalnya, kebutuhan pasar kuliner terus meningkat dan membuka peluang wirausaha yang luas bagi siswa.

“Anak-anak yang punya keahlian akan lebih percaya diri. Interaksi langsung, terutama di bidang seperti tata boga, sangat dibutuhkan,” tambahnya.

Kepala UPT PTKK, Endang Wanarsih, menjelaskan MTU merupakan layanan pelatihan keliling yang membawa peralatan praktik langsung ke sekolah.

“Dengan sarana yang kami bawa, siswa bisa belajar menggunakan peralatan sesuai standar industri. Ini untuk meningkatkan akses pembelajaran keterampilan,” ujarnya.

Wilayah Malang dan Batu dipilih karena memiliki fasilitas pendukung yang relatif lengkap, sehingga pelaksanaan pelatihan dinilai lebih optimal.

Menariknya, pelaksanaan MTU kali ini juga bertepatan dengan bulan Ramadan. Aries menyebut kegiatan ini sebagai bentuk pengabdian melalui transfer ilmu yang diharapkan memberi manfaat jangka panjang.

Di tengah puasa, para siswa tetap bersemangat mengikuti pelatihan hingga sore hari. Ada yang bercita-cita membuka bengkel sendiri, menjadi konten kreator profesional, hingga bekerja di industri manufaktur.

Program MTU ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan motivasi, kreativitas, dan kemandirian siswa Jawa Timur. Dengan bekal kompetensi yang semakin kuat, mereka diharapkan lebih siap menghadapi dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut