Bikin Haru! Mahasiswa Tuli di UNESA Ini Mengaji Al-Quran dengan Bahasa Isyarat Saat Ramadan
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Suasana sore di Masjid Baitul Makmur, Kampus Ketintang, terasa berbeda sepanjang Ramadan ini. Di antara lantunan ayat suci, tampak jemari-jemari bergerak lincah menyampaikan makna. Bukan suara yang terdengar, melainkan bahasa isyarat yang menghidupkan pesan-pesan Al-Quran.
Di sinilah semangat inklusivitas benar-benar diwujudkan oleh Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui Program Mengaji Al-Quran Isyarat. Kegiatan ini terbuka gratis bagi mahasiswa disabilitas tuli dan relawan, digelar rutin setiap Senin dan Kamis pukul 14.30–18.20 WIB selama bulan Ramadan.
Bagi sebagian mahasiswa tuli, momen ini bukan sekadar belajar mengaji. Ini tentang merasa dilibatkan. Tentang memiliki ruang yang setara.
Program ini merupakan hasil sinergi antara UNESA, Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI), Komunitas Tuli UNESA (KOTUNESA), serta UKM Peduli Disabilitas. Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa kampus bukan hanya ruang akademik, tetapi juga ruang kemanusiaan.
Kegiatan diawali dengan pembelajaran Al-Quran Isyarat bersama Moch. Fadillah Akbar. Para peserta mengikuti setiap gerakan tangan dengan penuh konsentrasi. Setelah itu, sesi kultum Islami menghadirkan penceramah dengan dukungan Juru Bahasa Isyarat (JBI), sehingga pesan keagamaan dapat dipahami tanpa hambatan.
Setiap Senin, kultum diisi oleh Ustaz Moch. Khoirul Anwar, sedangkan Kamis menghadirkan Ustaz Azidni Rofiqo. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan salat dan buka puasa bersama, menciptakan kebersamaan yang hangat tanpa sekat.
Guru Besar Pendidikan Inklusi UNESA, Prof. Dr. Budiyanto, M.Pd., menilai kegiatan ini menjadi sarana penting untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus melatih keterampilan bahasa isyarat mahasiswa.
“Momen ini digunakan untuk belajar agama Islam secara mendalam. Ke depan, mahasiswa diharapkan semakin lancar dan siap apabila suatu saat menjadi Juru Bahasa Isyarat,” ujarnya.
Editor : Arif Ardliyanto