get app
inews
Aa Text
Read Next : Polemik Impor Produk Amerika Tanpa Sertifikat Halal, Begini Respon MUI Jawa Timur

MUI Jatim Ingin Cetak Ulama Muda Handal, Diberi Beasiswa untuk Kuliah, Syaratnya Tak Main-Main

Selasa, 03 Maret 2026 | 11:46 WIB
header img
Program Pendidikan Kader Ulama MUI Jawa Timur membuka beasiswa penuh bagi 76 mahasiswa terpilih dengan syarat hafal 5 juz Al-Quran dan menguasai kitab kuning. Foto Surabaya.iNews.id/amin

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mengambil langkah strategis. Lewat Program Pendidikan Kader Ulama (PKU), lembaga ini tak sekadar membuka beasiswa, tetapi menyiapkan generasi ulama muda dengan standar seleksi yang ketat dan berjenjang.

Program ini bukan untuk semua orang. Hanya mereka yang benar-benar memiliki fondasi keilmuan kuat dan komitmen kebangsaan yang bisa lolos.

Sekretaris Umum MUI Jawa Timur, M. Hasan Ubaidillah, yang akrab disapa Gus Ubaid, menegaskan bahwa kualitas menjadi prioritas utama.

“Standarnya memang kami buat cukup tinggi. Minimal harus hafal Al-Quran lima juz, bisa membaca dan memahami kitab kuning, serta memiliki kemampuan keagamaan yang baik,” ujar Gus Ubaid.


Program Pendidikan Kader Ulama MUI Jawa Timur membuka beasiswa penuh bagi 76 mahasiswa terpilih dengan syarat hafal 5 juz Al-Quran dan menguasai kitab kuning. Foto Surabaya.iNews.id/amin

Bagi sebagian mahasiswa, menghafal lima juz Al-Quran bukan perkara ringan. Namun bagi MUI Jatim, syarat ini adalah fondasi dasar.

Menurut Gus Ubaid, hafalan Al-Quran menunjukkan keseriusan calon kader dalam mendalami ilmu agama. Sementara kemampuan membaca kitab kuning menjadi indikator penting dalam memahami khazanah klasik Islam yang selama ini menjadi rujukan utama para ulama.

“Tidak cukup hanya akademik formal. Mereka juga harus menguasai kitab kuning dan punya dasar keilmuan pesantren,” tegasnya.

Standar ini sekaligus menjadi pembeda PKU MUI Jatim dari program beasiswa lainnya. Bukan sekadar bantuan pendidikan, tetapi proses kaderisasi ulama yang terstruktur.

Program ini melibatkan 38 MUI kabupaten/kota se-Jawa Timur. Masing-masing daerah mengajukan empat kandidat terbaik untuk disaring di tingkat provinsi.

Dari proses seleksi ketat tersebut, hanya dua orang dari setiap daerah yang akhirnya dinyatakan lolos.

Total ada 76 mahasiswa—putra dan putri—yang berhak menerima beasiswa penuh.

“Dari 38 kabupaten/kota, masing-masing kami ambil dua. Jadi total 76 mahasiswa yang benar-benar sudah melalui proses seleksi ketat,” jelas Gus Ubaid.

Proses ini bukan sekadar administratif. Ada uji kompetensi, rekam jejak keilmuan, hingga pertimbangan wawasan kebangsaan.

Kuliah di UIN Sunan Ampel, Dapat Pendampingan Komisi Fatwa

Para penerima beasiswa akan menempuh pendidikan di UIN Sunan Ampel Surabaya. Mereka difokuskan pada program studi strategis seperti Perbandingan Mazhab dan Hukum, Ilmu Al-Quran dan Tafsir, Ilmu Hadis, Ilmu Falak, hingga Ekonomi Syariah.

Namun pembinaan tidak berhenti di bangku kuliah. MUI Jawa Timur menyiapkan pendampingan khusus, termasuk penguatan metodologi istinbat hukum melalui Komisi Fatwa.

Artinya, para mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga dilatih bagaimana merumuskan jawaban atas persoalan keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat.

Yang menarik, MUI Jatim tidak hanya menekankan kompetensi keilmuan. Wawasan kebangsaan menjadi bagian penting dalam proses seleksi.

Hal ini dinilai krusial agar kader ulama yang lahir dari program tersebut mampu menjaga harmoni sosial serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bagi MUI Jatim, investasi terbesar bukan sekadar gelar akademik, tetapi lahirnya ulama muda yang memiliki kapasitas ilmu, akhlak, dan komitmen kebangsaan.

“Ini adalah investasi jangka panjang. Kami ingin menyiapkan kader ulama yang punya kapasitas ilmu, akhlak, dan komitmen kebangsaan,” pungkas Gus Ubaid.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut