Konflik Timur Tengah Memanas, Organisasi Mahasiswa Ini Ingatkan Ancaman Stabilitas Dunia dan Ekonomi
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memicu kekhawatiran dunia. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran dinilai bukan sekadar konflik regional, tetapi juga mencerminkan perebutan pengaruh politik global yang dapat berdampak luas, termasuk terhadap stabilitas ekonomi dunia.
Di tengah meningkatnya tensi tersebut, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mengingatkan bahwa situasi yang berkembang di Timur Tengah perlu disikapi dengan serius oleh banyak negara, termasuk Indonesia.
Ketua Bidang Politik DPP GMNI, Dhipa Satwika Oey, menilai dinamika konflik yang terus memanas di kawasan tersebut tidak bisa dilepaskan dari kepentingan geopolitik negara-negara besar yang saling berhadapan.
“Ketegangan yang terjadi saat ini memperlihatkan bahwa Timur Tengah masih menjadi kawasan yang sangat rentan terhadap perebutan pengaruh geopolitik. Ketika kepentingan negara-negara besar saling berhadapan, potensi eskalasi konflik tentu semakin terbuka,” ujar Dhipa.
Menurutnya, rivalitas antara Iran dan Israel yang turut melibatkan kepentingan Amerika Serikat berpotensi memperluas ketegangan jika tidak segera diredam melalui jalur diplomasi.
Dhipa menilai konflik geopolitik seperti ini jarang berdiri sendiri. Ketika rivalitas antar negara semakin tajam, dampaknya bisa merambat ke berbagai kawasan dunia dan memicu ketidakstabilan dalam hubungan internasional.
“Konflik seperti ini tidak berdiri sendiri. Ketika rivalitas geopolitik semakin tajam, dampaknya dapat menjalar ke berbagai kawasan dan memperbesar ketegangan dalam hubungan internasional,” jelasnya.
Editor : Arif Ardliyanto