Viral! Cara Unik Sekolah di Surabaya Sambut Siswa, Bukan Belajar tapi Bikin Ketupat
Hal itu dirasakan langsung oleh para siswa. Naura, siswi kelas VIII, mengaku awalnya kesulitan saat mencoba menganyam janur. Namun, justru dari proses itulah ia merasakan pengalaman baru yang menyenangkan.
“Seru banget, biasanya cuma lihat ketupat sudah jadi. Ternyata bikinnya tidak mudah, tapi jadi pengalaman baru yang asyik,” katanya sambil tersenyum.
Senada dengan itu, siswa lainnya juga menyebut kegiatan ini membuat hari pertama sekolah terasa lebih ringan dan penuh semangat. Tidak ada rasa tegang, justru yang muncul adalah antusiasme untuk kembali ke sekolah.
Lebih dari sekadar kegiatan kreatif, Ketupat Vaganza menjadi bukti bahwa pembelajaran tidak selalu harus berada di dalam buku. Di tengah arus modernisasi, langkah sederhana seperti ini justru menjadi cara efektif untuk menanamkan nilai budaya kepada generasi muda.
SMP Wijaya Putra Surabaya menunjukkan bahwa sekolah bisa menjadi ruang yang tidak hanya mendidik secara akademis, tetapi juga menghidupkan kembali tradisi yang mulai terlupakan. Sebuah awal yang hangat untuk kembali menapaki hari-hari belajar.
Editor : Arif Ardliyanto