get app
inews
Aa Text
Read Next : Kisah Rio, Siswa Disabilitas yang Tumbuh Nyaman di Sekolah Inklusi SMP Wijaya Putra Surabaya

Viral! Cara Unik Sekolah di Surabaya Sambut Siswa, Bukan Belajar tapi Bikin Ketupat

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:38 WIB
header img
Unik dan penuh makna, siswa SMP di Surabaya memulai hari pertama sekolah usai Lebaran dengan belajar membuat ketupat. Kegiatan ini jadi cara seru melestarikan budaya. (Foto: Istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Suasana masuk sekolah usai libur panjang Idulfitri biasanya identik dengan rasa malas dan adaptasi ulang. Namun, hal berbeda justru terjadi di SMP Wijaya Putra Surabaya. Alih-alih langsung kembali ke pelajaran formal, para siswa diajak merasakan pengalaman unik: belajar menganyam ketupat dari nol.

Kegiatan bertajuk Ketupat Vaganza ini langsung mencuri perhatian. Setiap siswa memegang janur—daun kelapa muda yang masih segar—dan mencoba merangkainya menjadi bentuk ketupat. Tidak sedikit yang tampak kebingungan di awal, namun suasana hangat dan penuh tawa membuat proses belajar terasa jauh dari kata membosankan.

Di sudut-sudut kelas, terlihat siswa saling membantu. Ada yang sudah terbiasa karena belajar dari keluarga, ada pula yang benar-benar baru pertama kali mencoba. Interaksi sederhana itu justru menghadirkan nuansa kebersamaan yang kental, seolah semangat Idulfitri masih terasa di lingkungan sekolah.


Unik dan penuh makna, siswa SMP di Surabaya memulai hari pertama sekolah usai Lebaran dengan belajar membuat ketupat. Kegiatan ini jadi cara seru melestarikan budaya. Foto ist

Kepala SMP Wijaya Putra Surabaya, Roto Kirono, S.Pd, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pengisi waktu di hari pertama sekolah.

“Melalui Ketupat Vaganza, kami ingin mengembalikan semangat belajar siswa setelah libur panjang. Lebih dari itu, ini menjadi cara sederhana untuk mengenalkan dan menjaga budaya yang mulai jarang dikuasai generasi muda,” ujarnya.

Menurutnya, ketupat bukan hanya makanan khas Lebaran, tetapi juga simbol nilai-nilai kehidupan seperti kebersamaan, kesederhanaan, hingga tradisi saling memaafkan.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut