Co-Living Kian Diminati, Hunian Strategis Dekat Pusat Kota Diburu
SURABAYA, iNewsSurabaya.id - PT Pos Properti Indonesia membidik segmen co-living dengan memanfaatkan aset-aset strategis milik Pos Indonesia yang selama ini belum teroptimalkan secara maksimal.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menciptakan sumber pendapatan baru yang lebih stabil terhadap fluktuasi ekonomi dan perubahan perilaku konsumen.
Dua titik co-living telah dibuka di lokasi strategis, yakni di Jalan Fatmawati dan Gandaria, Jakarta, dengan total 50 kamar. Kedua lokasi ini dipilih berdasarkan pertimbangan aksesibilitas tinggi dan kedekatan dengan pusat-pusat aktivitas perkotaan.
"Kami melihat respons pasar sangat antusias. Co-living ini bisnis yang agile dan bisa langsung menyasar segmen B2C. Bahkan sebelum pemasaran gencar dilakukan, sudah banyak calon penyewa yang melakukan booking," kata Chief Commercial Officer PT Pos Properti Indonesia, Aldhita Prayudhiputra, Selasa (31/3/2026).
Ke depan, kata dia, perusahaan akan memperluas optimalisasi aset secara bertahap dan selektif ke sejumlah kota besar yang dinilai memiliki potensi komersial yang memadai. Langkah ini dilakukan melalui pendekatan berbasis data, dengan mempertimbangkan berbagai indikator seperti profil permintaan, daya beli masyarakat, tren okupansi, serta potensi imbal hasil (yield),” tandas Aldhita.
Ia menambahkan, tahun ini PT Pos Properti Indonesia menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga 18% sepanjang tahun 2026. Pihaknya optimistis target tersebut dapat tercapai. Dari pergerakan suku bunga dan daya beli masyarakat saat ini, ia melihat masih ada peluang besar.
“Justru di tengah dinamika ekonomi, kebutuhan akan ruang komersial yang strategis semakin meningkat. Kami tidak melihat krisis, tetapi peluang," ujarnya.
Editor : Arif Ardliyanto