Industri Film Indonesia Naik Level: “Pelangi di Mars” Tampil dengan Teknologi Setara Produksi Global
Yang membedakan Pelangi di Mars dari film-film lokal sebelumnya bukan hanya semangat pembuatnya, melainkan teknologi yang digunakan. Film ini merupakan karya hybrid animasi dan live-action yang diproduksi menggunakan teknologi Extended Reality (XR), teknologi yang selama ini identik dengan produksi kelas dunia seperti serial The Mandalorian milik Disney dan film The Batman.

Proses produksinya berlangsung di Doss Guava XR Studio, dan tak sedikit yang sudah menyaksikan langsung kecanggihan set tersebut, termasuk YouTuber dan influencer Muntaz Halilintar.
"Salah satu set paling gila yang pernah saya lihat. So much effort, so much heart to it," ujar Muntaz Halilintar.
Film Pelangi di Mars diposisikan sebagai bentuk surat cinta dari sineas Indonesia kepada generasi muda. Di tengah dominasi karakter dan cerita dari luar negeri, film ini hadir dengan identitas yang sepenuhnya lahir dari dalam negeri, konsep, kru, hingga semangat yang mendasarinya.
Bagi para orang tua yang selama ini menantikan tontonan berkualitas dengan wajah dan jiwa Indonesia, film ini layak masuk daftar agenda akhir pekan.
Pelangi di Mars kini sedang tayang di seluruh bioskop Indonesia. Penonton juga bisa memanfaatkan promo Buy One Get One Free (BOGOF) yang tersedia di aplikasi pemesanan tiket.
Editor: Arif Ardliyanto